Mamuju, MPN — Ruang konferensi pers di Mapolresta Mamuju, Jumat (13/2/2026), mendadak penuh. Di hadapan tumpukan barang bukti 15 unit motor trail Honda CRF, Kapolresta Mamuju Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi tampil langsung memimpin pengungkapan kasus yang belakangan menjadi buah bibir warga: pencurian kendaraan bermotor dalam skala besar.

Di balik deretan sepeda motor berwarna merah itu, tersingkap cerita tentang 38 laporan polisi yang selama ini menumpuk di meja penyidik. Sebagian korban kehilangan motor dalam hitungan menit. Sebagian lainnya baru sadar ketika kendaraan mereka tak lagi berada di halaman rumah.
Tim Resmob Polresta Mamuju bergerak senyap. Penelusuran dilakukan dari laporan ke laporan, dari satu titik kehilangan ke titik lain yang polanya serupa.
Hasilnya, tiga orang pelaku berhasil diamankan. Polisi menduga ketiganya bagian dari jaringan yang beroperasi sistematis di wilayah hukum Polresta Mamuju.
“Berkat kerja keras Tim Resmob dan dukungan masyarakat, kami mengamankan tiga pelaku beserta 15 unit sepeda motor trail Honda CRF,” ujar Ferdyan dalam keterangannya.
Namun pengungkapan ini belum sepenuhnya tuntas. Satu nama telah masuk daftar pencarian orang (DPO). Polisi meyakini, sosok ini memiliki peran penting dalam mata rantai distribusi hasil curian. Hingga kini, pengejaran masih berlangsung.
Dari penelusuran awal, sepeda motor jenis trail diduga menjadi target karena nilai jualnya tinggi dan pasarnya relatif cepat.
Penyidik kini mendalami kemungkinan adanya penadah atau jalur distribusi antardaerah. Setiap unit motor yang disita sedang dicocokkan dengan nomor rangka dan mesin untuk memastikan keterkaitannya dengan 38 laporan yang masuk.
Kapolresta menegaskan, pengungkapan ini bukan akhir. “Kami berkomitmen menuntaskan seluruh laporan polisi yang ada. Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan di wilayah hukum Polresta Mamuju,” katanya.
Di luar ruang konferensi pers, sejumlah warga yang kehilangan kendaraan masih menunggu kabar apakah motor mereka termasuk di antara 15 unit yang diamankan.
Sementara itu, polisi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, memasang kunci ganda dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.
Kasus ini membuka satu fakta: jaringan curanmor di Mamuju bukan aksi sporadis. Ia terstruktur, menyasar jenis tertentu, dan bergerak dalam senyap.
Kini publik menanti, apakah pengejaran terhadap DPO akan mengungkap simpul yang lebih besar di balik hilangnya puluhan kendaraan itu.














