Demo Mahasiswa di Mamuju Berujung Ricuh, Polisi Terluka

banner 120x600

Mamuju (MPN) — Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi di depan Markas Polresta Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (12/1), berakhir ricuh. Kepolisian melaporkan sejumlah personelnya terluka setelah massa aksi melempar batu ke arah petugas pengamanan.

Kapolresta Mamuju Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi mengatakan, aparat sejak awal mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam mengawal jalannya demonstrasi. Namun, situasi disebut berubah ketika aksi tidak lagi berlangsung damai.

Menurut Ferdyan, unjuk rasa di Mapolresta Mamuju merupakan lanjutan dari aksi sebelumnya yang digelar di Kantor Bupati Mamuju. Dalam aksi tersebut, massa disebut sempat berupaya masuk ke halaman kantor bupati untuk membakar ban dan menduduki kantor pemerintahan.

“Upaya tersebut berhasil dicegah oleh personel pengamanan sehingga massa tidak berhasil masuk ke dalam area kantor,” kata Ferdyan kepada wartawan, Senin (12/1).

Ia menyebut, setelah gagal menduduki Kantor Bupati Mamuju, massa kemudian mengalihkan aksi ke Mapolresta Mamuju. Dalam unjuk rasa di depan markas kepolisian itu, massa melakukan pembakaran ban yang kemudian dipadamkan oleh petugas.

Tak lama berselang, massa disebut melakukan pelemparan batu ke arah aparat keamanan. Akibatnya, sejumlah anggota kepolisian mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis.

Ferdyan menegaskan, kepolisian menjamin kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998. Namun, ia menekankan bahwa kebebasan tersebut harus dijalankan secara tertib dan tidak melanggar hukum.

“Ketika aksi sudah mengarah pada tindakan anarkis dan membahayakan keselamatan petugas maupun masyarakat, tentu akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Ia memastikan kepolisian akan memproses hukum oknum yang terlibat dalam aksi anarkis tersebut.

Hingga berita ini ditulis, MPN.com belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi terkait kericuhan tersebut.

Penulis: FNEditor: Jiro Nussy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *