PANIAI — MPN. Aksi penyampaian pendapat secara damai yang digelar Solidaritas Mahasiswa/i Kabupaten Paniai Se-Indonesia (SMI-KP) di Enarotali, Kabupaten Paniai, pada Senin (12/1/2026), berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Daerah dan DPRK Paniai terkait penolakan kehadiran militer non-organik di wilayah Kabupaten Paniai.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIT itu diikuti sekitar 300 peserta. Untuk menjamin keamanan dan kelancaran kegiatan, Polres Paniai mengerahkan sebanyak 150 personel dengan dukungan (back-up) dari Kodim 1703/Deiyai serta Satgas Tindak ODC 2026 Brimobda Papua Tengah.
Pengamanan kegiatan dipimpin langsung oleh Wakapolres Paniai Kompol Henry Joedo Manurung, S.Sos., didampingi Kabag Ops Polres Paniai Harifudin, S.H. Seluruh rangkaian pengamanan dilaksanakan dengan mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif guna memastikan hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi tetap terlindungi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kapolres Paniai AKBP Roycke Hendrik Fransisco Betaubun, S.IP., S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa situasi selama pelaksanaan aksi terpantau aman dan tidak ditemukan gangguan kamtibmas.
“Secara keseluruhan, kegiatan penyampaian aspirasi dari rekan-rekan mahasiswa dan masyarakat hari ini berjalan dengan aman dan damai. Hingga saat ini, situasi keamanan di Kabupaten Paniai tetap aman dan terkendali,” ujar Kapolres.
Setelah menyampaikan tuntutan, massa aksi membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 15.00 WIT dengan pengawalan aparat kepolisian.
Pasca-aksi, aktivitas masyarakat di pusat Kota Enarotali kembali berjalan normal. Polres Paniai memastikan pemantauan dan pengamanan rutin terus dilakukan guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Paniai.














