Uji Mental di Papua Tengah: 109 Polisi Dikirim Long March Sebelum Diterjunkan ke Delapan Polres

banner 120x600

Nabire — MPN. Polda Papua Tengah menggelar ekspedisi darat berupa long march dari Erari menuju Kota Nabire yang melibatkan 109 personel Polri. Kegiatan ini diklaim sebagai uji mental dan fisik sebelum para personel tersebut didistribusikan ke delapan Polres di wilayah hukum Papua Tengah—wilayah yang dikenal memiliki tantangan geografis dan keamanan tinggi.

Ekspedisi tersebut diikuti oleh personel Baja Angkatan 54 (Polki) dan Angkatan 58 (Polwan) sebanyak 69 orang, ditambah lulusan SIP, PAG, Sespimmen, PTIK, dan Akpol, sehingga total peserta mencapai 109 personel.

Mewakili Kapolda Papua Tengah, Karo SDM Polda Papua Tengah Kombes Pol Felli Hermanto, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas pembinaan, melainkan bagian dari pembentukan karakter dan ketahanan psikologis anggota Polri yang akan bertugas di Papua Tengah.

“Ini adalah latihan mental. Tantangan tugas yang sesungguhnya di lapangan akan jauh lebih berat daripada yang mereka hadapi hari ini,” ujar Felli dalam keterangan persnya, di Mapolda Papua Tengah, Sabtu (17/01/2026).

Papua Tengah menjadi salah satu wilayah dengan beban tugas kepolisian paling kompleks di Indonesia, mulai dari keterbatasan infrastruktur, medan ekstrem, hingga dinamika sosial dan keamanan. Long march ini, menurut Felli, dimaksudkan sebagai simulasi awal tekanan fisik dan mental yang akan dihadapi personel saat bertugas.

Namun, di balik narasi pembinaan mental, kegiatan ini juga mencerminkan desakan kebutuhan personel di wilayah Papua Tengah. Kapolda Papua Tengah secara tegas memerintahkan agar seluruh personel hasil ekspedisi langsung didistribusikan ke delapan Polres tanpa penundaan.

“Perintah pimpinan jelas, jangan menunggu lama-lama. Seluruh personel wajib segera bergeser ke satuan tugas masing-masing,” kata Felli.

Meski perjalanan dilaporkan cukup melelahkan, Polda Papua Tengah menyatakan seluruh peserta dan panitia kembali dalam kondisi sehat dan selamat.

Langkah ini menandai strategi Polda Papua Tengah dalam mempercepat penguatan personel di daerah, sekaligus mengirim sinyal bahwa kesiapan mental menjadi syarat utama bagi anggota Polri yang bertugas di tanah Papua—bahkan sebelum mereka benar-benar memasuki medan tugas yang sesungguhnya.

Penulis: FNEditor: Jiro Nussy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *