Kejar Rekor MURI, Persagi Edukasi Ribuan Pelajar soal Gizi Seimbang demi Generasi Emas 2045

banner 120x600

Nabire — MPN. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Kabupaten Nabire menggelar edukasi gizi seimbang secara nasional dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional ke-66, Rabu, 21 Januari 2026. Kegiatan ini dipusatkan di SMP Negeri IV Nabire dan melibatkan ratusan pelajar.

Edukasi tersebut mengusung tema “Gizi Optimal Mewujudkan Generasi Emas 2045”, sekaligus menjadi bagian dari gerakan nasional Persagi untuk memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Program ini dilaksanakan serentak di sekitar 1.700 titik lokasi pendidikan, mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA, dari Sabang sampai Merauke.

Ketua DPC Persagi Kabupaten Nabire, Suprianto, STT, mengatakan kegiatan ini merupakan instruksi langsung dari Ketua DPP Persagi pusat kepada seluruh jajaran di Indonesia. “Hari ini kami bergerak serentak di seluruh Indonesia. Targetnya bukan sekadar peringatan simbolik, tetapi edukasi masif kepada generasi muda,” ujar Suprianto.

Di Provinsi Papua Tengah, terdapat beberapa titik pelaksanaan. Untuk Kabupaten Nabire, DPC Persagi memilih SMP Negeri IV Nabire sebagai lokasi utama dengan jumlah peserta sekitar 850 siswa. Sementara itu, DPD Persagi Papua Tengah juga melaksanakan edukasi gizi di SMP dan SMA Yapis Nabire. Di Kabupaten Mimika, kegiatan serupa digelar di tiga titik berbeda.

Menurut Suprianto, edukasi gizi nasional ini dimulai serentak pukul 10.00 waktu setempat dan menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pola hidup sehat sejak usia sekolah. “Kami ingin memastikan pesan gizi seimbang sampai langsung ke anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” katanya.

Materi yang disampaikan dalam edukasi ini berfokus pada prinsip pola hidup gizi seimbang, termasuk pemenuhan kebutuhan nutrisi harian, kebiasaan makan sehat, serta kaitannya dengan kualitas fisik dan intelektual generasi masa depan. Seluruh materi diselaraskan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Persagi berharap, setelah kegiatan ini, para siswa dan guru tidak hanya memahami konsep gizi seimbang secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Perubahan perilaku adalah kunci. Gizi yang baik hari ini menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan,” ujar Suprianto.

Persagi atau Persatuan Ahli Gizi Indonesia merupakan organisasi profesi yang menaungi tenaga ahli gizi di Indonesia dan aktif mendorong kebijakan serta edukasi publik di bidang kesehatan dan nutrisi.

Penulis: FNEditor: Jiro Nussy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *