Polresta Mamuju Siapkan Operasi Pekat Marano 2026 Jelang Ramadhan, Fokus Kejahatan Jalanan

banner 120x600

Mamuju — MPN. Menjelang bulan suci Ramadhan, Polresta Mamuju bersiap menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Marano 2026. Persiapan itu ditandai dengan pelaksanaan Latihan Pra Operasi (Latpraops) yang digelar di Aula Wira Satya Mapolresta Mamuju, Kamis, 22 Januari 2026.

Latpraops tersebut menjadi forum pematangan strategi sebelum operasi resmi digelar. Sejumlah pejabat utama Polresta Mamuju hadir dan memaparkan rencana pelaksanaan operasi, di antaranya Kepala Bagian Operasi, Kepala Satuan Intelijen, Kepala Satuan Reserse Kriminal, Kepala Satuan Samapta, serta Kasi Propam. Paparan mencakup sasaran operasi, target penindakan, hingga maksud dan tujuan Ops Pekat Marano 2026.

Latihan pra operasi dibuka dan dipimpin oleh Wakil Kepala Operasi Polresta Mamuju, Komisaris Polisi Mukhtar Mahdi. Ia menegaskan bahwa operasi kepolisian tersebut akan segera dilaksanakan setelah tahapan administrasi operasi rampung.

“Pada hari Senin, 26 Januari 2026, Polresta Mamuju mulai melaksanakan Operasi Pekat Marano 2026,” kata Mukhtar dalam arahannya.

Operasi tersebut akan berlangsung selama dua pekan, terhitung mulai 26 Januari hingga 8 Februari 2026. Polresta Mamuju menyatakan pendekatan operasi akan mengedepankan penegakan hukum yang didukung fungsi intelijen, satuan tugas preventif, serta satgas bantuan operasi.

Adapun sasaran utama operasi mencakup berbagai bentuk kejahatan konvensional dan gangguan ketertiban masyarakat. Di antaranya pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencurian ternak (curnak), kejahatan jalanan, serta aktivitas balap liar yang dinilai meresahkan warga.

“Operasi ini bertujuan menekan dan menanggulangi berbagai bentuk penyakit masyarakat yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan,” ujar Mukhtar.

Menurutnya, pelaksanaan Ops Pekat Marano menjadi bagian dari upaya menciptakan rasa aman sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif, khususnya menjelang dan selama Ramadhan.

Polresta Mamuju berharap operasi ini tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat. “Kami berharap hasil operasi dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat, baik melalui menurunnya angka kejahatan maupun terciptanya rasa aman,” kata Mukhtar.

Ia juga menambahkan bahwa kepolisian menargetkan pengungkapan kasus, baik yang telah ditetapkan sebagai target operasi maupun non-target, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan wilayah hukum Polresta Mamuju.

Dengan Operasi Pekat Marano 2026, aparat berharap momentum menjelang Ramadhan dapat diiringi situasi kamtibmas yang lebih tertib dan terkendali.

Penulis: FNEditor: Jiro Nussy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *