MPN – MIMIKA. Dari forum dialog publik dan bedah buku ‘Mendamaikan yang Tak Mau Berdamai’ karya Jake Meril Ibo, Jumat (23/01) 2026 di Swisbellin hotel Timika, Jake Ibo menuturkan bahwa Konflik yang dialami setiap orang itu tidak dapat diselesaikan selain oleh orang yang berkonflik itu sendiri.
“Saya hadir dalam setiap konflik bukan untuk menyelesaikan konflik tetapi membantu seseorang yang ada dalam konflik itu, supaya menyadari dirinya untuk berdamai. Jadi bukan saya karenanya saya hadir untuk memediasi orang berkonflik untuk berdamai dengan dirinya dan orang lain,” ungkap Jake Ibo merangkum 11 Bab isi bukunya.
Bahkan mendahului dialog juga diingatkan Bupati Mimika, Johannes Rettob agar forum dialog dapat memberikan alternatif solusi bagi kemungkinan penyelesaian konflik di Mimika ke depannya.
Berdasarkan pemaparan Jake Meril Ibo, ditanggapi narasumber pembanding yang juga Guru Besar dan Pakar HAM dari Uncen Jayapura, Prof. M. Hetaria menekankan perspektifnya berdasarkan teori Jhon Lock bahwa, didalam konflik selalu ada realita kebebasan manusia yang berhadapan dengan hak-haknya untuk melakukan apa saja. Sehingga Kasih, sangat dibutuhkan manusia dalam mengendalikan antara kebebasan dan hak-haknya.
Pemikiran Hetaria juga dilengkapi oleh Ketua DPR Papua Tengah, Jhon N. Gobai melalui online bahwa, karenanya harus ada design dalam mengantisipasi konflik pada aras pencegahan yang harusnya bisa dibuat pemerintah. “Jangan menunggu sampai konflik sudah terjadi baru kita mau bicara bagaimana menyelesaikannya, saya berharap dari Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Mimika pahami bagian ini sebagai tugasnya,” pesan Jhon Gobai menegaskan.
DR Habel Taime pada gilirannya juga menganjurkan agar Jake Meril Ibo dengan kompetensi Tim Mediasi yang dipimpinnya, dapat menggerakkan terjadinya pelatihan-pelatihan, terutama kepada generasi muda.

Selain ketiganya narasumber pembanding itu, ada juga Kepala Kanwil Hukum Provinsi Papua, DR Anthonius M. Ayorbaba dan Dosen dan Sejarawan Uncen Jayapura, DR. Bernarda Meteray. Dialog yang dimoderatori Founder Analisis Papua Strategis & APS Center for Development and Global Studies, Laus DC Rumayom menutup kegiatan dengan ruang closing statement para Nara sumber pembanding dan penulis buku, Jake Meril Ibo. Diikuti penyerahan HAKI dari Kakanwil Hukum Provinsi Papua kepada penulis.














