Pagi Mencekam di Pantai Lokpon, Polisi Telusuri Motif Kematian Pria

banner 120x600

Korban pamit keluar rumah sebelum fajar. Polisi menyebut tak ditemukan tanda kekerasan, pendalaman latar belakang masih berlangsung.

NABIRE — MPN. Warga di sekitar Pantai Lokpon, Kampung Samabusa, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, dikejutkan oleh penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat pagi, 23 Januari 2026. Aparat kepolisian masih menelusuri motif kematian korban.

Jenazah pertama kali ditemukan sekitar pukul 07.00 WIT oleh seorang warga yang tengah berolahraga pagi di kawasan pantai yang berdekatan dengan Pelabuhan Penyeberangan Antar Pulau. Saksi kemudian melaporkan temuan tersebut ke Kantor Polisi Air dan Udara (Pol Airud) Nabire yang berada tak jauh dari lokasi.

Petugas Pol Airud segera mengamankan tempat kejadian perkara dengan memasang garis polisi untuk menjaga sterilisasi area. Tim identifikasi Polres Nabire tiba sekitar pukul 09.10 WIT dan melakukan olah tempat kejadian perkara awal sebelum mengevakuasi jenazah.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD BLUD Nabire untuk menjalani visum et repertum. Sumber kepolisian di BLUD RSUD Nabire menyatakan bahwa pemeriksaan awal tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Kami masih menunggu hasil visum lengkap untuk memastikan penyebab kematian,” kata sumber tersebut.

Keterangan keluarga menyebut korban bernama Ismail sempat tidak pulang ke rumah sejak Senin, 19 Januari 2026. Ia baru terlihat kembali pada Kamis sore setelah memancing di Kali Korowa. Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 04.00 WIT, korban pamit keluar rumah dengan berjalan kaki tanpa menjelaskan tujuan.

Beberapa jam setelah kepergian itu, korban ditemukan meninggal di kawasan Pantai Lokpon.

Polisi menyebut indikasi awal mengarah pada tindakan bunuh diri yang diduga dipicu persoalan pribadi. Namun aparat menegaskan kesimpulan akhir baru akan ditetapkan setelah hasil visum dan pendalaman latar belakang korban rampung.

“Kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri aktivitas korban sebelum kejadian,” ujar sumber kepolisian tersebut.

Hingga kini, Kepolisian Resor Nabire masih melakukan penyelidikan lanjutan dan mengimbau masyarakat yang memiliki informasi relevan agar kooperatif membantu proses penelusuran.

Penulis: FNEditor: Jiro Nussy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *