Nabire, MPN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Nabire mulai menggencarkan Operasi Keselamatan 2026 dengan menitikberatkan pada pendekatan preemtif dan preventif kepada masyarakat. Operasi ini sejalan dengan program Gubernur Papua Tengah yang menetapkan sejumlah ruas jalan sebagai kawasan tertib berlalu lintas.

Kasat Lantas Polres Nabire, IPTU. Exaudio P Raja Hasibuan, S. TrK,. M.H menyampaikan bahwa fokus operasi dipusatkan pada dua jalur utama, yakni ruas Oye, Jalan Singamangaraja hingga Kantor Gubernur Papua Tengah, serta Pantai Mah hingga Kodim Nabire. Kedua jalur tersebut menjadi prioritas dalam penataan dan pengawasan lalu lintas.
“Sejak tahun 2025 sebenarnya peneguran dan sosialisasi sudah kami lakukan. Namun faktanya, masih banyak masyarakat yang kurang memahami aturan lalu lintas, terutama terkait rambu dan lampu merah,” ujar Iptu Exaudio Hasibuan, kepada awak media, Rabu (4/2/2026).
Ia mengungkapkan, pelanggaran seperti menerobos lampu merah masih kerap terjadi, baik oleh pengendara roda dua maupun roda empat. Oleh karena itu, pada minggu pertama Operasi Keselamatan, Satlantas masih mengedepankan edukasi dan peneguran kepada masyarakat.
“Dalam satu minggu ini kami pelan-pelan menyadarkan masyarakat. Minggu berikutnya baru kami kedepankan penegakan hukum, karena kami anggap masyarakat sudah mengetahui keberadaan dan aktivitas kami,” jelasnya.
Selain penertiban lalu lintas, Satlantas Polres Nabire juga mengambil langkah tegas terhadap pengendara roda dua yang tidak menggunakan helm dan tidak memasang plat nomor kendaraan. Kendaraan yang melanggar akan diamankan untuk dilakukan pengecekan nomor rangka dan nomor mesin.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menekan tingginya angka pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Nabire yang terjadi sepanjang 2024 hingga 2025.
“Ini bagian dari upaya kami mengembalikan motor-motor masyarakat yang hilang. Dalam lima bulan terakhir tahun 2025, kami sudah mengembalikan sekitar 20 unit sepeda motor kepada pemiliknya,” ungkap Kasat Lantas.
Dalam pelaksanaan operasi, seluruh personel Satlantas tetap mengedepankan pelayanan humanis dengan prinsip 4S (senyum, sapa, salam) serta komunikasi yang baik kepada masyarakat. Kasat Lantas menegaskan bahwa pihaknya tidak mencari-cari kesalahan, melainkan menindak pelanggaran yang kasat mata.
Ia berharap masyarakat Nabire semakin sadar akan pentingnya tertib berlalu lintas, terlebih angka kecelakaan lalu lintas pada tahun 2025 tergolong tinggi dan menimbulkan banyak korban.
“Kalau kita lalai, orang lain yang jadi korban. Tahun lalu banyak kejadian yang sangat disayangkan, mulai dari korban terserempet hingga patah tulang. Harapan kami, di tahun 2026 angka kecelakaan bisa menurun, dan itu dimulai dari tertib kita berkendara,” pungkasnya.














