Nabire, MPN — Di Papua Tengah, kekayaan alam bukan persoalan. Lautnya luas, hutannya lebat, pegunungannya menyimpan potensi, dan pariwisatanya menunggu dikelola. Persoalannya justru sederhana sekaligus mendasar: siapa yang mengelola kekayaan itu?

Pertanyaan itulah yang menjadi titik tekan Yoti Gire, Ketua Umum BPD HIPMI Papua Tengah yang baru dilantik untuk periode 2026–2029. Di hadapan para pengurus dan undangan, Yoti menolak menjadikan HIPMI sekadar organisasi seremoni.
“HIPMI harus jadi rumah besar pengusaha muda Papua Tengah,” ujar Yoti. “Bukan tempat euforia yang selesai setelah pelantikan.”
Bagi Yoti, tantangan terbesar Papua Tengah hari ini bukan kekurangan sumber daya, melainkan minimnya keterlibatan generasi muda sebagai pelaku ekonomi. Selama ini, banyak potensi daerah yang justru dikelola pihak luar, sementara anak muda lokal lebih sering menjadi penonton di tanah sendiri.
Ia menyebut sektor UMKM dan koperasi sebagai pintu masuk paling realistis bagi generasi muda Papua Tengah. Dari sektor inilah, kata dia, lapangan kerja bisa diciptakan dan perputaran uang dapat tinggal di daerah.
Jika pengusaha muda Papua Tengah diberi ruang dan didorong secara serius, dampaknya akan berlapis. “Lapangan kerja tercipta, PAD meningkat, dan ekosistem bisnis tumbuh,” kata Yoti.
Namun Yoti juga tidak menutup mata terhadap ancaman lain yang membayangi generasi muda. Era digital membawa perubahan cepat, sekaligus risiko besar. Narkoba, minuman keras, pornografi, dan berbagai perilaku negatif disebutnya sebagai “pembunuh masa depan” anak muda.
Karena itu, menurut Yoti, mendorong anak muda masuk ke dunia usaha bukan hanya soal ekonomi, melainkan strategi menyelamatkan generasi.
“Generasi muda adalah aset bangsa dan penentu arah pembangunan. Kalau hari ini mereka tidak disiapkan, maka Papua Tengah akan kehilangan masa depannya,” ujarnya kepada awak media saat di temuin di Aula Guest House Nabire, Sabtu (7/2/2026).
HIPMI Papua Tengah, lanjut Yoti, akan membuka diri untuk bersinergi dengan pemerintah daerah serta seluruh asosiasi pengusaha. Targetnya jelas: pertumbuhan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, dan lahirnya pengusaha muda Papua Tengah yang mandiri.
Di tengah derasnya arus perubahan dan tantangan sosial, HIPMI Papua Tengah sedang memasang taruhan besar: menjadikan anak muda bukan sekadar penonton, tetapi tuan rumah di negeri sendiri.














