Nabire, MPN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Nabire menegaskan langkah terbuka dalam membangun relasi dengan insan pers sebagai bagian dari upaya mendorong transparansi penegakan hukum.

Kepala Kejaksaan Negeri Nabire, DR. Jusak Elkana Ayomi, SH., MH, menyatakan bahwa media memiliki peran krusial dalam memastikan informasi hukum tersampaikan secara akurat dan berimbang kepada publik.
Pernyataan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN). DR. Jusak Ayomi menilai keterbukaan informasi publik bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.
“Pers adalah kunci transparansi. Tanpa peran media, publik akan kesulitan mengakses informasi yang utuh dan objektif terkait proses penegakan hukum,” ujar DR. Jusak Ayomi, kepada awak media, Ahad (8/2/2026).
Ia menegaskan, Kejari Nabire secara konsisten membuka ruang komunikasi dengan media sebagai bentuk komitmen terhadap prinsip akuntabilitas. Menurutnya, sinergi antara Kejaksaan dan insan pers diperlukan agar tidak terjadi kesenjangan informasi yang berpotensi memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.
Dalam konteks penegakan hukum, DR. Jusak Ayomi menilai pemberitaan yang bertanggung jawab mampu menjadi jembatan antara aparat penegak hukum dan publik. Media, kata dia, berperan penting dalam menyampaikan proses hukum secara proporsional tanpa mengabaikan asas praduga tak bersalah.
“Atas nama Kejaksaan Negeri Nabire, kami mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional, 9 Februari 2026. Terima kasih kepada insan pers yang selama ini telah menjalankan fungsinya dengan profesional dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kejari Nabire menekankan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan bagian tak terpisahkan dari reformasi birokrasi di tubuh Kejaksaan. Setiap informasi yang dapat diakses publik, menurutnya, akan disampaikan secara jelas dan terukur melalui kanal komunikasi resmi.
DR. Jusak Ayomi juga menyampaikan bahwa kehadiran pers sebagai mitra kritis justru dibutuhkan untuk menjaga marwah institusi penegak hukum. Kritik yang berbasis data dan fakta, kata dia, menjadi masukan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat.
Dengan mengedepankan transparansi dan komunikasi terbuka, Kejaksaan Negeri Nabire berharap dapat terus memperkuat kepercayaan publik serta membangun institusi penegak hukum yang profesional, modern, dan berintegritas.
Ke depan, Kejari Nabire memastikan komitmen sinergi dengan insan pers akan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menghadirkan penegakan hukum yang terbuka, berkeadilan, dan berpihak pada kepentingan publik.














