Pers di Garda Depan Mengawal MBG di Papua Tengah

banner 120x600

Nabire, MPN — Peran pers dinilai sangat krusial dalam mengawal pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Kehadiran media tidak hanya menjadi saluran informasi, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen kontrol sosial agar program strategis pemerintah berjalan transparan, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Nabire, Marsel Asyerem, yang menegaskan bahwa dukungan pers merupakan elemen penting dalam memastikan masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan akurat terkait MBG.

“Peran pers dalam mengawal MBG itu sangat penting. Dengan hadirnya media, masyarakat bisa mendapatkan banyak informasi tentang program ini, mulai dari tujuan, mekanisme pelaksanaan, hingga siapa saja yang menerima manfaat,” ujar Marsel kepada awak media, Ahad (8/2/2026).

Menurutnya, MBG bukan sekadar program pembagian makanan, tetapi bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan kualitas gizi, kesehatan, dan masa depan generasi muda, khususnya di wilayah Papua Tengah yang masih menghadapi tantangan stunting dan ketimpangan akses pangan bergizi.

Marsel menilai, tanpa keterlibatan pers, informasi tentang MBG berpotensi tidak tersampaikan secara merata kepada masyarakat.

Padahal, pemahaman publik menjadi kunci utama agar program ini mendapat dukungan luas serta pengawasan bersama.

“Ketika media aktif mengawal, maka akan tercipta kontrol yang baik. Bukan hanya terhadap BGN sebagai pelaksana program, tetapi juga terhadap masyarakat penerima manfaat MBG itu sendiri,” katanya.

Ia menekankan bahwa pers memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat.

Melalui pemberitaan yang berimbang dan faktual, media dapat membantu meluruskan informasi, mencegah kesalahpahaman, serta mengantisipasi potensi penyimpangan dalam pelaksanaan program.

Lebih jauh, Marsel menyebut keterbukaan informasi menjadi prinsip utama yang harus dijaga dalam pelaksanaan MBG.

Dalam konteks inilah, pers berperan sebagai mitra kritis yang mampu menyuarakan capaian, kendala, maupun aspirasi masyarakat di lapangan.

“MBG ini program besar dan menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, pengawasan publik sangat dibutuhkan, dan pers adalah bagian penting dari pengawasan tersebut,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi insan pers di Nabire yang selama ini aktif memberitakan isu-isu pembangunan, termasuk program-program nasional.

Menurutnya, sinergi antara BGN dan media harus terus diperkuat agar informasi yang disampaikan tidak hanya cepat, tetapi juga edukatif dan bertanggung jawab.

Marsel berharap ke depan pers tidak hanya melaporkan kegiatan seremonial, tetapi juga mendalami dampak nyata MBG bagi masyarakat penerima manfaat.

Dengan begitu, publik dapat menilai secara objektif sejauh mana program ini memberikan perubahan positif.

“Ketika pers kuat, transparansi terjaga. Dan ketika transparansi terjaga, kepercayaan publik terhadap program pemerintah juga akan semakin meningkat,” katanya.

Program MBG di Nabire sendiri merupakan bagian dari agenda nasional pemerintah yang menempatkan pemenuhan gizi sebagai prioritas pembangunan manusia.

Keberhasilan program ini, kata Marsel, tidak lepas dari kolaborasi semua pihak baik pemerintah, masyarakat, dan pers, ini dalam satu tujuan bersama: memastikan hak gizi masyarakat terpenuhi secara adil dan berkelanjutan.

“Atas nama BGN Nabire, saya mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional. Terima kasih kepada insan pers yang terus bekerja menjaga keterbukaan informasi dan mengawal kepentingan publik,”tutupnya.

Penulis: FNEditor: Jiro Nussy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *