Nabire, MPN – Satuan Lalu Lintas Polres Nabire tengah melaksanakan Operasi Keselamatan 2026 yang berlangsung selama 14 hari di wilayah Kota Nabire. Dalam operasi ini, kepolisian mengedepankan upaya preemtif dan preventif melalui imbauan kepada masyarakat pengguna jalan, sebelum dilakukan penindakan tegas.

Kasat Lantas Polres Nabire, Iptu Exaudio P Raja Hasibuan, S.Tr.K,.M.H melalui Kanit Turjawali Satlantas Polres Nabire, Ipda Raymond Yulian Naftali Erari, S.Tr.K menjelaskan bahwa selama beberapa hari awal operasi, petugas masih memberikan teguran dan sosialisasi kepada pengendara yang belum melengkapi kelengkapan kendaraan maupun surat-surat.
“Untuk tiga hari pertama kami masih melakukan imbauan dan peneguran kepada masyarakat agar melengkapi kelengkapan kendaraan dan surat-suratnya. Namun, jika setelah itu masih ditemukan pelanggaran seperti tidak memakai helm atau tidak menggunakan plat nomor yang terlihat jelas, maka akan kami tindak dengan tilang,” tegasnya.
Ia menambahkan, penindakan juga akan dilakukan terhadap kendaraan yang menggunakan knalpot brong atau tidak sesuai standar, baik pada kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Untuk kendaraan roda empat, apabila plat nomornya sudah mati atau menggunakan plat luar daerah namun tidak memiliki izin operasional di Kota Nabire, akan kami tindak tegas,” jelasnya. Selasa (10/2/2026).
Terkait kendaraan angkutan barang, pihak kepolisian sejauh ini belum menemukan kendaraan truk yang melebihi kapasitas muatan. Namun demikian, Ipda Raymond menegaskan bahwa jika ditemukan pelanggaran overload, pihaknya tidak akan ragu melakukan penilangan.
“Kalau ditemukan kendaraan yang melebihi kapasitas muatan, sudah pasti akan kami tilang,” ujarnya, kepada awak media saat ditemuin di ruang Lantas Polres Nabire.
Lebih lanjut, Ipda Raymond menyampaikan harapannya agar masyarakat Nabire semakin sadar akan pentingnya tertib berlalu lintas.
“Kami sangat berharap masyarakat Nabire bisa sepenuhnya sadar dalam berlalu lintas. Semua ini untuk kebaikan masyarakat sendiri, mengingat angka kecelakaan lalu lintas di Kota Nabire masih cukup tinggi,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat untuk mulai membenahi diri dengan menggunakan helm, melengkapi kelengkapan kendaraan, serta lebih berhati-hati saat berkendara.
“Keselamatan itu dimulai dari diri sendiri. Ingat, keluarga menunggu di rumah,” pesannya.
Operasi Keselamatan 2026 sendiri akan berakhir pada 15 Februari 2026. Meski demikian, Satlantas Polres Nabire memastikan pengawasan lalu lintas tidak berhenti setelah operasi berakhir.
“Setelah operasi ini selesai, kami tetap melaksanakan kegiatan rutin seperti pengaturan lalu lintas dan patroli. Beberapa minggu ke depan juga akan dilaksanakan Operasi Ketupat menjelang Lebaran,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa tertib berlalu lintas seharusnya menjadi kesadaran masyarakat, bukan semata karena adanya kehadiran polisi di jalan.
“Aturan dibuat untuk dijalankan, bukan hanya saat ada operasi,” tutup Ipda Raymond.














