SPPG Polri Bangun 5 Titik di Nabire, Peletakan Batu Pertama Digelar 13 Februari 2026

banner 120x600

Nabire, MPN – Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN), Marsel Asyerem, menyampaikan bahwa pihaknya telah melaksanakan rapat koordinasi bersama Satgas MBG dan BGN dalam rangka persiapan pembangunan SPPG Polri di lima titik di Kabupaten Nabire.

Lima titik pembangunan tersebut tersebar di tiga lokasi di Napan, satu di Wanggar, dan satu di Akudiomi. “Hasil diskusi bersama Satgas MBG dan BGN. Kami sangat mendukung penuh pembangunan dapur SPPG Polri di lima titik tersebut,” ujar Marsel, kepada awak media.

Ia berharap masyarakat di sekitar lokasi pembangunan dapat mendukung, mengawasi, serta mengawal proses pembangunan agar berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Dengan demikian, program MBG dapat segera berjalan dan melayani masyarakat penerima manfaat di wilayah tersebut.

Dalam rapat tersebut juga ditegaskan pentingnya keterlibatan kontraktor Orang Asli Papua (OAP) dalam proyek strategis nasional ini. Marsel menjelaskan bahwa investor yang ditunjuk langsung oleh Badan Gizi Nasional telah menyatakan kesediaannya untuk melibatkan kontraktor OAP dalam proses pembangunan.

Investor yang ditunjuk BGN bertanggung jawab menyiapkan bangunan fisik dapur. Sementara itu, yayasan yang akan mengelola operasional dapur nantinya akan ditunjuk oleh Koordinator Wilayah BGN, sesuai prosedur serta aturan yang berlaku di internal lembaga.

Sebagai tindak lanjut hasil rapat koordinasi, tim langsung meninjau dua lokasi, yakni di Akudiomi dan Wanggar. Kedua lokasi tersebut akan menjadi titik peletakan batu pertama pembangunan SPPG Polri yang direncanakan berlangsung serentak pada 13 Februari 2026.

Untuk Kabupaten Nabire sendiri terdapat 49 titik kategori 3T. Dari jumlah tersebut, 25 titik telah direkomendasikan untuk pembangunan, dan lima di antaranya dikelola oleh SPPG Polri.

“Pada tanggal 13 Februari nanti akan dilakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pekerjaan. Target pembangunan adalah 60 hari, setelah itu dapur sudah harus selesai dan siap melayani masyarakat,” jelas Marsel.

Ia mengaku bersyukur atas kehadiran SPPG Polri yang dinilai dapat membantu pelayanan bagi masyarakat di wilayah pelosok. Menurutnya, penantian masyarakat sejak 2025 hingga 2026 kini mulai terjawab dengan dimulainya pembangunan tersebut.

Dengan dimulainya proyek ini, diharapkan pelayanan kepada masyarakat penerima manfaat dapat segera berjalan optimal di berbagai wilayah Nabire.

Penulis: FNEditor: Jiro Nussy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *