Nabire, MPN — Langkah pemeriksaan internal kembali menyentuh wilayah timur Indonesia. Pada Sabtu, 14 Februari 2026, Tim Audit dari Inspektorat Jenderal TNI menyambangi Markas Lanal Nabire di Jalan Kaleb Warai, Kampung Samabusa, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Kunjungan yang dipimpin Brigjen TNI Achmad Daeng Leo itu bukan sekadar seremonial. Tim melakukan uji petik dan pengecekan menyeluruh atas pelaksanaan operasi Tahun Anggaran 2025.
Seluruh perwira Lanal Nabire dikumpulkan. Dokumen dibuka. Prosedur ditelusuri. Realisasi operasi dibandingkan dengan rencana dan penggunaan anggaran.
Audit ini menjadi bagian dari mekanisme pengawasan internal TNI untuk memastikan operasi yang dijalankan satuan di wilayah rawan dan strategis seperti Nabire benar-benar sesuai ketentuan. Wilayah pesisir Papua Tengah selama ini memiliki dinamika keamanan dan tantangan geografis yang tidak ringan.
Komandan Lanal Nabire, Letkol Laut (P) Guntur Prastyawan, M.Tr.Opsla., menyebut pemeriksaan tersebut sebagai momentum evaluasi.
Menurut dia, pengawasan Itjen bukan semata kontrol administratif, tetapi bagian dari upaya menjaga profesionalisme dan akuntabilitas satuan.
“Kami menyambut baik kedatangan Tim Itjen TNI sebagai bentuk pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan operasi yang telah kami laksanakan,” ujarnya.
Uji petik ini diharapkan memverifikasi seluruh program dan operasi yang telah berjalan sepanjang 2025—mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban. Hasilnya akan menjadi bahan koreksi sekaligus tolok ukur kesiapan Lanal Nabire menghadapi tantangan operasi berikutnya.
Di tengah sorotan publik terhadap transparansi penggunaan anggaran negara, setiap proses audit internal menjadi penanda: seberapa disiplin satuan mematuhi prosedur, dan seberapa siap mereka mempertanggungjawabkan setiap langkah operasi di lapangan.














