Mamuju, MPN — Aparat Polsek Kalukku bergerak cepat menyelidiki penemuan mayat bayi di Lingkungan Gantungan, Kelurahan Bebanga, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 11.30 WITA.

Mayat bayi itu ditemukan di area perkebunan, tepat di samping pagar belakang Pondok Pesantren Darul Quran Wal Hadits. Polisi menduga bayi tersebut dibuang pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 23.00 WITA.
Kapolsek Kalukku AKP Hadaming memimpin langsung olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama regu piket, Kanit Resintel, Kanit Provos, serta Bhabinkamtibmas setempat.
Penemuan bermula saat Muhammad Akbar (18), seorang santri, bersama rekannya melakukan kerja bakti di belakang area pondok. Ia mencium bau menyengat seperti bangkai. Setelah ditelusuri, bau tersebut mengarah pada jasad bayi yang sudah tidak bernyawa.
Kondisi bayi disebut memprihatinkan. Tubuhnya telah menghitam dan mengering, dengan lengan kiri terputus. Temuan itu segera dilaporkan kepada pengurus pondok dan diteruskan ke pihak kepolisian.
Kesaksian lain datang dari Alya Wulan Purnama (14), siswi pondok yang mengaku sempat mendengar suara tangisan bayi pada Sabtu malam sekitar pukul 23.00 WITA dari arah belakang asrama. Namun, karena takut dan mengira suara tersebut bukan berasal dari manusia, ia bersama teman-temannya tidak berani memeriksa sumber suara.
Hingga kini, identitas terduga pelaku masih dalam penyelidikan. Polisi telah mengamankan TKP, mengumpulkan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap siapa pihak yang bertanggung jawab.
“Kami akan melakukan penyelidikan secara maksimal untuk mengungkap kasus ini,” ujar AKP Hadaming.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa tersebut untuk segera melapor guna membantu proses penyelidikan.














