Nabire, MPN — Usai memastikan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) menjangkau empat Sekolah Dasar (SD), tiga Taman Kanak-Kanak (TK) negeri dan swasta, serta 3 Posyandu Nuri, Kepala SPPG Kalisusu 001, Yameth Pahabol, S.IP, memilih tak tinggal diam di balik meja.

Ia turun langsung menyambangi salah satu SD untuk mengecek pelayanan MBG dari dekat dan memastikan makanan tiba tepat waktu, tersaji higienis, dan tak menyisakan keluhan.
Langkah ini bukan sekadar seremoni. Yameth berdialog langsung dengan kepala sekolah dan para guru, menanyakan detail proses distribusi hingga kualitas menu yang dikonsumsi siswa.
“Kami tidak ingin ada keterlambatan, tidak ingin ada komplain. MBG harus hadir tepat waktu, dengan mutu terjamin dan higienis,” tegasnya.
Dari hasil pemantauan lapangan, pelayanan MBG dilaporkan berjalan lancar. Distribusi sesuai jadwal, penyajian memenuhi standar kebersihan, dan tidak ditemukan keluhan dari pihak sekolah.
Menurut Yameth, kualitas menjadi kunci utama program ini. Ia menegaskan bahwa setiap tahapan dimulai dari pengolahan bahan, proses memasak, hingga pengantaran ke sekolah dan posyandu — diawasi ketat agar sesuai standar keamanan pangan.
“Ini bukan sekadar membagikan makanan. Ini tentang memastikan anak-anak mendapatkan asupan bergizi yang aman dan berkualitas,” ujarnya.
Program MBG SPPG Kalisusu 001 kini telah menjangkau sekolah negeri maupun swasta secara merata, termasuk balita melalui Posyandu 3B. Pengawasan langsung yang dilakukan menjadi sinyal bahwa program ini tidak hanya fokus pada kuantitas penerima, tetapi juga konsistensi mutu pelayanan.
Dengan langkah turun langsung ke sekolah, Yameth ingin memastikan satu hal: MBG hadir tanpa celah serta tepat waktu, berkualitas, dan tanpa komplain.














