Nabire, MPN — Sore itu, Rabu (4/3/2026), koridor Polres Nabire tak seperti biasanya. Sejumlah sepeda motor berjejer rapi. Kendaraan-kendaraan itu bukan barang sitaan biasa, melainkan hasil pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang selama ini menghantui warga.
Dalam operasi Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), aparat berhasil menemukan dan mengamankan beberapa unit kendaraan roda dua yang dilaporkan hilang.

Penelusuran dilakukan melalui patroli intensif dan pengaturan lalu lintas rutin yang menyasar titik-titik rawan.
Penyerahan barang bukti dipimpin langsung Wakapolres Nabire, Piter Kendek, didampingi Kasat Lantas Exaudio P. R. Hasibuan serta perwakilan Satsamapta.
Satu per satu kunci motor diserahkan kepada pemilik sah setelah melalui proses verifikasi dokumen dan pencocokan nomor rangka serta mesin.
Pengembalian ini bukan sekadar seremoni. Di baliknya, tersimpan upaya pelacakan yang tidak sederhana. Aparat harus memastikan status hukum kendaraan, menelusuri laporan kehilangan, hingga mencocokkan identitas pemilik.
Proses itu memakan waktu dan ketelitian, terutama di tengah mobilitas kendaraan tanpa dokumen lengkap yang kerap menjadi celah praktik curanmor.
Sejumlah pemilik kendaraan mengaku sempat pesimistis motornya akan kembali. “Kami sudah hampir putus asa,” ujar salah satu warga yang motornya hilang beberapa waktu lalu.
Ucapan terima kasih pun disampaikan kepada Kapolda Papua Tengah, Kapolres Nabire, serta jajaran yang dinilai konsisten menekan angka kejahatan jalanan.
Data internal kepolisian menyebutkan, curanmor masih menjadi salah satu tindak pidana dominan di wilayah perkotaan Nabire.
KRYD yang digelar secara berkala disebut menjadi strategi untuk mempersempit ruang gerak pelaku, sekaligus membangun efek jera.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 16.30 hingga 17.30 WIT itu berjalan aman dan kondusif. Namun pertanyaan yang lebih besar tetap menggantung.
Seberapa luas jaringan curanmor yang beroperasi, dan apakah pengungkapan ini akan menuntun pada pembongkaran aktor-aktor di baliknya?
Untuk sementara, yang pasti, beberapa warga Nabire bisa pulang dengan kendaraan mereka dan dengan sedikit kepercayaan yang kembali dipulihkan.














