Nabire, MPN — Menjelang Hari Raya Idul Fitri, pemerintah bersama aparat kepolisian mulai memperketat pengawasan harga bahan pokok (bapok) di delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan stok kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.
Dari hasil pemantauan harga per 9 Maret oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Papua Tengah, sebagian besar wilayah masih mampu menjaga stabilitas harga. Lima kabupaten tercatat tidak mengalami kenaikan harga signifikan, yakni Kabupaten Paniai, Dogiyai, Deiyai, Puncak Jaya dan Lanny Jaya.
Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Papua Tengah, Ermambo Rumaropen, S.Sos mengatakan, dari delapan kabupaten yang dipantau, hanya beberapa daerah yang mengalami fluktuasi harga.
“Dari delapan kabupaten yang kami pantau, lima kabupaten harga bahan pokok masih stabil, yaitu Paniai, Dogiyai, Deiyai, Puncak Jaya dan Lanny Jaya. Sedangkan tiga kabupaten lainnya ada yang mengalami kenaikan maupun penurunan harga,” ujar Ermambo Rumaropen saat menyampaikan hasil pemantauan harga.
Ia menjelaskan, di Kabupaten Nabire kenaikan harga paling mencolok terjadi pada komoditas tomat. Harga tomat yang sebelumnya sekitar Rp20.000 per kilogram pada akhir Februari naik menjadi Rp30.000 per kilogram pada 9 Maret.
“Yang mengalami kenaikan di Nabire itu tomat. Dari Rp20.000 naik menjadi Rp30.000 per kilogram,” jelasnya.
Meski demikian, sejumlah komoditas lain di Nabire justru mengalami penurunan harga, di antaranya bawang merah, cabai merah keriting, cabai rawit merah, gula pasir kemasan, minyak goreng premium, Minyak Kita, serta tepung terigu.
Sebagai contoh, harga cabai merah keriting yang sebelumnya berada di kisaran Rp51.667 per kilogram pada 27 Februari turun menjadi Rp46.667 per kilogram pada 9 Maret. Namun harga tersebut masih lebih tinggi dibanding harga nasional yang berada di kisaran Rp37.930 per kilogram.
Sementara itu di Kabupaten Mimika, beberapa komoditas justru mengalami kenaikan harga, seperti bawang merah, cabai merah keriting dan cabai rawit merah.
“Di Mimika, bawang merah dari Rp50.000 naik menjadi Rp55.000 per kilogram. Sementara harga nasional sekitar Rp40.000,” katanya.
Kenaikan juga terjadi pada cabai merah keriting yang naik dari Rp62.500 menjadi Rp65.000 per kilogram. Kondisi ini turut memicu inflasi daerah yang tercatat meningkat hingga sekitar 4 persen.
Namun demikian, di Mimika juga terdapat beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga, seperti ikan tongkol dan minyak goreng Minyak Kita.
Untuk menjaga stabilitas harga menjelang Lebaran, pemerintah daerah bersama kepolisian akan meningkatkan pengawasan langsung di lapangan. Hal ini merupakan hasil kesepakatan dalam rapat koordinasi bersama Polda.
Menurut Ermambo, Kapolda telah menginstruksikan seluruh Kapolres di delapan kabupaten untuk berkolaborasi dengan dinas terkait dalam memantau harga di pasar.
“Kami bersama kepolisian akan melakukan pengawasan langsung di lapangan, terutama di Nabire dan Mimika, untuk memastikan tidak ada penimbunan barang oleh pelaku usaha yang bisa menyebabkan kenaikan harga menjelang Lebaran,” ujarnya.
Selain bahan pokok, harga daging sapi juga menjadi perhatian masyarakat. Di Kabupaten Nabire, harga daging sapi mencapai Rp200.000 per kilogram. Tingginya harga tersebut disebabkan terbatasnya jumlah peternak sapi di wilayah itu.
“Di Nabire harga sapi bisa mencapai Rp200.000 per kilogram karena jumlah peternak sangat terbatas. Berbeda dengan Mimika yang harganya sekitar Rp150.000 karena ada peternak dan juga pasokan dari luar daerah,” jelasnya.
Sementara untuk komoditas telur, pemerintah memastikan kondisi masih stabil. Bahkan di Nabire harga telur cenderung menurun karena pasokan dari peternak lokal sudah tersedia.
“Khusus telur masih stabil, bahkan ada penurunan harga karena di Nabire sudah ada peternak telur sehingga tidak lagi terlalu bergantung pada pasokan dari luar,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga setiap hari dan melaporkannya ke Kementerian Perdagangan.
“Setiap hari pukul lima sore kami sudah harus melaporkan perkembangan harga ke kementerian,” pungkasnya.
Pemerintah berharap dengan pengawasan yang diperketat serta koordinasi lintas instansi, harga bahan pokok di Papua Tengah tetap stabil dan stok kebutuhan masyarakat aman hingga Hari Raya Idul Fitri.














