Temuan Buah Busuk di Program MBG Nabire, Korwil BGN Marsel Asyerem Tegaskan Mekanisme Pengawasan di Sekolah

banner 120x600

Nabire, MPN — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nabire menjadi perhatian setelah muncul temuan buah yang tidak segar dalam paket makanan siswa di salah satu sekolah.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Nabire, Marsel Asyerem, menegaskan bahwa pengawasan program sebenarnya telah diatur melalui sistem penanggung jawab di setiap sekolah.

Marsel menjelaskan, setiap sekolah yang menerima program MBG memiliki PIC atau penanggung jawab khusus yang ditunjuk secara resmi oleh kepala sekolah. PIC inilah yang bertugas mengawasi kualitas makanan sebelum dibagikan kepada siswa.

Menurutnya, jika ditemukan makanan yang tidak layak seperti buah busuk atau makanan yang tidak segar, PIC sekolah harus segera mendokumentasikan kondisi tersebut dan berkoordinasi langsung dengan pihak dapur penyedia makanan untuk dilakukan penggantian.

“Kalau misalnya ada buah yang busuk atau makanan yang basi, PIC sekolah memfoto lalu mengirimkan ke dapur untuk diganti. Tetapi penggantiannya harus dengan jenis makanan yang sama,” kata Marsel, kepada awak media di Klinik Rihensa Nabire, Jum’at malam (13/3/2026).

Ia mencontohkan, jika pisang yang diterima dalam kondisi tidak layak, maka penggantinya tetap pisang yang masih segar. Hal yang sama berlaku untuk buah lainnya.

“Kalau pisang busuk diganti dengan pisang yang fresh. Tidak bisa diganti dengan apel atau buah lain. Begitu juga kalau jeruk yang rusak, gantinya tetap jeruk,” ujarnya.

Marsel juga menegaskan bahwa hanya PIC sekolah yang diperbolehkan mendokumentasikan makanan MBG. Guru atau pihak lain diminta tidak memotret makanan secara sembarangan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di media sosial.

Ia menambahkan, saat ini program MBG di Nabire melayani para siswa dengan anggaran Rp15 ribu per anak. Dana tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan, mulai dari sayur, daging, buah hingga bumbu dapur.

“Kalau penerima manfaatnya seribu siswa, berarti total anggarannya Rp15 juta. Itu dipakai untuk membeli semua kebutuhan bahan makanan agar tetap bergizi,” jelasnya.

Pihak BGN Nabire memastikan evaluasi terhadap mitra dapur terus dilakukan agar kualitas makanan dalam program MBG tetap terjaga dan kejadian serupa tidak terulang.

Penulis: FNEditor: Jiro Nussy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *