Batu Pertama Masjid di Tanete Guru, Isra’ Mi’raj Jadi Titik Temu Negara dan Umat

banner 120x600

MAMUJU — MPN. Di Tanete Guru, Jumat (16/1/2026), ritual keagamaan dan simbol negara bertemu dalam satu panggung. Peletakan batu pertama Masjid An-Nur yang dirangkaikan dengan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW menjadi momentum konsolidasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan warga. Acara berlangsung khidmat, disaksikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Bupati Mamuju Hj. Sitti Sutinah Suhardi.

Kehadiran Kapolresta Mamuju Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi memberi pesan tersirat: pembangunan rumah ibadah bukan sekadar urusan spiritual, tetapi juga strategi sosial. Di tengah dinamika keamanan dan keragaman masyarakat, masjid diposisikan sebagai simpul pembinaan moral dan perekat kohesi sosial—sebuah pendekatan lunak yang kerap luput dari sorotan kebijakan formal.

Forkopimda, tokoh agama, dan masyarakat setempat tampak antusias. Masjid An-Nur diharapkan menjadi pusat aktivitas keagamaan sekaligus ruang sosial yang hidup. Dalam konteks lokal, proyek ini mencerminkan upaya memperkuat legitimasi pemerintah melalui pelayanan nilai—agama, pendidikan, dan solidaritas—yang langsung dirasakan warga.

Dalam sambutannya, Kapolresta menekankan peran strategis masjid dalam membentuk karakter religius dan harmonis, seraya mengaitkan Isra’ Mi’raj sebagai pengingat disiplin ibadah dan tanggung jawab sosial. Pernyataan ini menegaskan garis kebijakan Polri yang menempatkan stabilitas keamanan beriringan dengan penguatan nilai-nilai keimanan.

Rangkaian acara ditutup dengan tausiah yang mengajak jamaah meneladani perjalanan spiritual Rasulullah. Lebih dari seremoni, peletakan batu pertama ini menandai ikhtiar bersama: negara hadir lewat simbol, umat bergerak lewat nilai—menuju Mamuju yang aman, damai, dan religius.

Penulis: FNEditor: Jiro Nussy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *