Begal Kotak Amal Masjid Marak

Ketua DKM Mimika Imbau Pengurus Tingkatkan Kewaspadaan

banner 120x600

MPN – MIMIKA . Aksi pencurian atau begal tidak hanya menyasar warga di jalanan, tetapi juga mulai merambah tempat ibadah. Di Kabupaten Mimika, kasus pencurian Kotak Amal Masjid yang berisi infak dan sedekah dilaporkan kerap terjadi dan meresahkan umat.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Indonesia (DKMI) Kabupaten Mimika, KH Abdul Muthalib Elwahan, S.Pd mengimbau seluruh pengurus Masjid dan Musala di Mimika untuk meningkatkan kewaspadaan guna mencegah aksi pencurian tersebut.

Imbauan itu disampaikan KH Abdul Muthalib saat ditemui wartawan di kediamannya, Selasa (23/12) 2025. Ia mengatakan, pencurian kotak amal sering terjadi karena kurangnya pengawasan, terutama terhadap kotak infak dan sedekah yang diletakkan di area terbuka.

“Sering kali kotak amal kurang diperhatikan. Begal memanfaatkan kesempatan itu. Bukan semata-mata karena niat, tetapi karena ada peluang,” ujarnya.

Menurutnya, pengurus masjid dan musala perlu melakukan langkah-langkah pencegahan sederhana namun efektif agar tempat ibadah tetap aman dari tindak kejahatan.

“Pastikan kotak infak dan sedekah yang berada di luar masjid, seperti di teras, pada malam hari sebaiknya dimasukkan ke dalam. Pintu masjid juga harus dikunci dengan baik, dan sebisa mungkin masjid atau musala tidak dibiarkan kosong,” tegasnya.

KH Abdul Muthalib menilai, pengamanan tempat ibadah merupakan tanggung jawab bersama pengurus dan jamaah agar kegiatan ibadah dapat berlangsung dengan aman dan khusyuk.

Selain soal keamanan, ia juga mengajak seluruh umat Muslim dan umat beragama lainnya di Kabupaten Mimika untuk terus menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama.

“Dalam beberapa hari ke depan, saudara-saudari kita umat Kristen akan merayakan Natal dan Tahun Baru. Mari kita terus menebarkan toleransi, saling menghargai, dan menjaga keharmonisan yang selama ini sudah terbangun,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa, Kabupaten Mimika baru saja menerima penghargaan Kerukunan atau Harmoni dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bersama untuk terus menjaga persaudaraan.

“Penghargaan ini adalah kebanggaan kita semua. Mari kita jaga Mimika sebagai rumah bersama, tempat kita hidup rukun dan damai,” pungkasnya.

Penulis: Yasin KelderakEditor: Sam Wanda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *