Nabire, Jumat, 16 Januari 2026 — Kepolisian Resor Nabire mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di awal tahun 2026.
Kepala Polres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., menyebut para pelaku kini menggunakan modus yang semakin berani dan berbahaya. Imbauan itu disampaikan Tatiratu kepada wartawan usai kegiatan Natal bersama Polda Papua Tengah yang digelar di Aula Wicaksana Polres Nabire.
Ia mengatakan, kepolisian mencatat sejumlah kasus curanmor terjadi di beberapa titik di Kota Nabire dengan pola kejahatan yang relatif sama.
“Pelaku menggunakan alat pematah rantai atau gembok kendaraan, bahkan membawa senjata tajam seperti sabit dan samurai untuk melukai korban jika kepergok,” kata Tatiratu.
Sebelum menyinggung soal curanmor, Kapolres mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif. Menurut dia, stabilitas sosial menjadi prasyarat penting dalam menekan angka kriminalitas.
Tatiratu mengimbau warga memarkir kendaraan di tempat yang aman, memastikan area parkir dilengkapi kamera pengawas, serta tidak lengah terhadap lingkungan sekitar. Ia juga mendorong pengaktifan kembali pos kamling atau ronda malam di tingkat RT sebagai langkah pencegahan.
“Kami terus melakukan penyelidikan, mengumpulkan alat bukti, termasuk rekaman CCTV yang sudah kami kantongi. Namun upaya ini tidak akan maksimal tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Tatiratu berharap masyarakat Nabire senantiasa diberikan perlindungan dan keselamatan, serta Kota Nabire tetap aman dan damai sepanjang 2026.














