Nabire, MPN – Pemerintah mendorong penguatan peran wirausaha muda asli Papua Tengah dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan melalui pendekatan blue economy dan green economy.

Strategi ini dinilai penting agar pembangunan Papua tidak hanya bertumpu pada eksploitasi sumber daya, tetapi juga menjaga lingkungan dan kearifan lokal.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua Komite Eksekutif P2OK Tanah Papua, Velix Vernando Wanggai, saat menghadiri pelantikan HIPMI Papua Tengah, di Aula Guest House Nabire, Sabtu (7/2/2026). Acara ini turut dihadiri Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Papua Tengah, Aner Maisini yang juga Bupati Intan Jaya.
Velix mengatakan, pembentukan HIPMI Papua Tengah menjadi penanda awal lahirnya ekosistem kewirausahaan lokal di provinsi yang relatif baru tersebut. Menurut dia, anak-anak muda Papua harus menjadi pelaku utama dalam mengelola potensi kekayaan alam daerahnya sendiri.
“Papua punya potensi besar di laut dan darat. Tantangannya adalah bagaimana potensi itu dikelola secara berkelanjutan oleh orang Papua sendiri,” kata Velix.
Ia menekankan, pengembangan ekonomi biru di wilayah pesisir dan ekonomi hijau di wilayah daratan harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan, penghormatan adat, serta kepentingan generasi mendatang.
Dalam konteks kebijakan, Velix menjelaskan bahwa Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua berperan menjembatani kebijakan nasional dengan kebutuhan daerah.
Sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, menurut dia, menjadi kunci agar program pembangunan benar-benar relevan dengan kondisi Papua.
“Kebijakan nasional harus hadir dengan pendekatan Papua, bukan sekadar menyalin program dari pusat,” ujarnya.
Menjelang Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2026, Velix juga menyampaikan apresiasi terhadap peran pers dan media. Ia menilai pers memiliki posisi strategis sebagai pilar demokrasi sekaligus jembatan aspirasi masyarakat Papua.
“Tanpa pers, berbagai kebijakan dan kehadiran negara di Papua tidak akan tersampaikan secara utuh kepada publik,” katanya.
Velix berharap HIPMI Papua Tengah dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dan pusat dalam mendorong ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal, sekaligus memperkuat peran generasi muda Papua dalam pembangunan berkelanjutan.














