Merauke, MPN — Pemerintah pusat menjanjikan pembangunan infrastruktur pertanian di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, secara bertahap mulai 2026 hingga 2029. Komitmen itu disampaikan Menteri Pekerjaan Umum saat mengunjungi kawasan pertanian Semangga 2, Distrik Semangga, Senin, 9 Februari 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri PU didampingi Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua Selatan, Hendrikus Eben Gebze, dan bertemu langsung dengan para petani Orang Asli Papua (OAP) serta petani transmigran dari Distrik Semangga, Kurik, dan Tanah Miring.
Pertemuan dilakukan di area persawahan. Para petani menyampaikan sejumlah persoalan utama yang selama ini menghambat produktivitas, mulai dari keterbatasan jalan usaha tani, kondisi jembatan penghubung antar-lahan, hingga pintu air yang belum optimal mendukung sistem irigasi.
“Masalahnya hampir sama di tiga distrik. Akses jalan sulit, jembatan perlu perbaikan, dan pintu air menjadi kunci pengairan sawah,” kata salah seorang petani kepada Menteri PU.
Menanggapi keluhan tersebut, Menteri PU menyatakan pemerintah akan merealisasikan pembangunan infrastruktur pendukung pertanian secara bertahap.
Ia menegaskan kehadirannya di Merauke merupakan mandat langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Saya hadir di sini sebagai perpanjangan tangan Presiden. Pemerintah ingin memastikan infrastruktur pertanian di Merauke memadai,” ujar Menteri PU.
Menurut dia, perbaikan jalan usaha tani, jembatan, dan pintu air diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman petani. Pemerintah menargetkan petani yang selama ini hanya panen sekali dalam setahun dapat meningkatkan produksi menjadi dua hingga tiga kali panen.
Ketua DPD Partai Demokrat Papua Selatan, Hendrikus Eben Gebze, menyambut baik komitmen tersebut. Ia menilai pembangunan infrastruktur pertanian merupakan kunci utama peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani di wilayah selatan Papua.
“Jika akses jalan baik dan pengairan lancar, petani bisa meningkatkan hasil panen. Itu yang menjadi harapan masyarakat,” kata Hendrikus.
Ia menambahkan, pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan akan mengawal realisasi program tersebut agar berjalan sesuai rencana.
Dengan dukungan pemerintah pusat, Hendrikus optimistis Merauke dapat menjadi lumbung pangan yang kuat di kawasan timur Indonesia.














