Dini Hari di Siriwini: Respons Cepat Polisi di Balik Dugaan Gantung Diri Seorang Pelajar

banner 120x600

Nabire, MPN — Fajar belum sepenuhnya menyingsing ketika laporan itu masuk ke meja Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Nabire Kota. Pukul 04.45 WIT, seorang warga berinisial RW datang dengan kabar getir: adiknya, RW (18), seorang pelajar, diduga mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di Kelurahan Siriwini, Distrik Nabire.

Lima menit berselang, pukul 04.50 WIT, piket penjagaan yang dipimpin Pawas IPTU F. Hendrik Ainusi bersama empat personel bergerak menuju lokasi. Kecepatan respons menjadi krusial, mengingat setiap menit dapat menentukan arah penanganan awal sebuah peristiwa kematian tidak wajar.

Namun setibanya di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 05.00 WIT, korban telah lebih dulu dievakuasi keluarga ke RSUD Nabire. Aparat kemudian menyusul ke rumah sakit dan berkoordinasi dengan dokter jaga. Berdasarkan keterangan medis, korban telah diperiksa dan selanjutnya dibawa pihak keluarga ke rumah duka.

Dalam situasi seperti ini, prosedur menjadi penentu akurasi. Kepolisian menyebut telah melakukan langkah-langkah awal: mendatangi dan mengamankan TKP, berkoordinasi dengan Unit Inafis Polres Nabire, membuat laporan polisi, serta menerbitkan surat permintaan visum et repertum (VER). Laporan berjenjang juga telah disampaikan kepada pimpinan.

Meski dugaan awal mengarah pada bunuh diri, penyelidikan tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada unsur lain di balik peristiwa tersebut. Aparat masih melakukan pendalaman, termasuk pengumpulan keterangan dan pemeriksaan administratif yang dibutuhkan.

Di balik durasi waktu terselip satu kenyataan pahit: seorang pelajar kehilangan nyawa pada usia belia. Polisi kini berpacu dengan prosedur, sementara keluarga berpacu dengan duka.

Penulis: FNEditor: Jiro Nussy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *