Nabire, MPN — Di luar forum resmi dan podium seremonial, Direktur Lalu Lintas Polda Papua Tengah, Kombes Pol. S. Kunto Hartono, memilih cara lain untuk membaca persoalan lalu lintas di Nabire: duduk satu meja dengan para pengojek.

Bersama Kasat Lantas Polres Nabire Iptu Exaudio P.R. Hasibuan dan Kapolsek Kota Nabire, Kunto menyapa langsung komunitas ojek dalam agenda bertajuk Polantas Menyapa, Jumat, 30 Januari 2026. Pertemuan berlangsung sederhana di sebuah rumah makan persis di depan Mapolres Nabire, namun sarat pesan simbolik: polisi mendekat ke simpul jalanan yang paling nyata.
Sekitar 40 pengojek hadir. Mereka datang dari beragam komunitas, helm kuning, biru, hingga putih, yang selama ini menjadi wajah paling depan transportasi harian warga Nabire. Bagi aparat lalu lintas, mereka bukan sekadar pengguna jalan, melainkan aktor kunci dalam ekosistem keselamatan berlalu lintas.
Dalam perbincangan yang berlangsung tanpa sekat formal, Kunto yang baru sekitar sebulan menjabat sebagai Dirlantas Papua Tengah menekankan pentingnya peran pengojek sebagai pelopor keselamatan. Jalan raya, kata dia, bukan hanya soal rambu dan penindakan, tetapi juga kesadaran kolektif yang dibangun dari mereka yang paling sering bersentuhan dengan risiko.
Pertemuan ini sekaligus menjadi semacam uji lapangan bagi pendekatan humanis kepolisian lalu lintas di Papua Tengah. Alih-alih memulai dari razia, dialog dipilih sebagai pintu masuk. Pesannya jelas: keselamatan tidak bisa ditegakkan hanya dari balik helm dan seragam, tetapi harus dirawat bersama mereka yang setiap hari menggenggam setang motor di jalanan kota.














