MPN – MIMIKA. Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanbun) Mimik, Alice Irene Wanma menyerahkan 12 unit mesin penggiling kepada petani di beberapa distrik. Distambun juga tahun depan berencana akan membuka lahan seluas 2.000 hektar.
Pengadaan 12 unit mesin penggiling padi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan 2025.
Alice menuturkan, mesin penggiling padi ini diserahkan kepada 10 kelompok petani yang tersebar di beberapa distrik. Hasil implementasinya pun sangat memuaskan.
“Mereka sudah pakai, sudah giling ini bagus-bagus. Bantuan mesin ini diharapkan dapat mengurangi beban kerja petani, mempercepat proses pengolahan padi, dan mencegah kerusakan hasil panen yang sering terjadi akibat proses giling yang tidak efisien,” kata Alice.
Selain penyaluran mesin giling, terang Alice, Distanbun Mimika juga menetapkan target ambisius untuk tahun depan akan membuka lahan untuk tanam padi seluas 2000 hektar. Lahan ini, baik untuk sawah maupun ladang padi gogoh yang akan tersebar di empat distrik.
Untuk mencapai target ini, Dstambun mulai mencari sumber benih padi berkualitas (CPCL) sejak tahun ini. Padi jenis ini menjadi dasar penting untuk menghasilkan panen yang baik. “Tanam padi ladang pada tahun 2025 telah mencapai hampir 50 hektar,” ujarnya.
Distanbun terus memberikan bantuan pupuk dan menggelar sekolah lapang untuk petani di 6 distrik. Semua upaya ini ditujukan, untuk satu tujuan akhir yaitu mewujudkan swasembada pangan di Mimika. Melalui sekolah lapang ini, masyarakat dapat memahami pengetahuan bagaimana menanam padi secara baik hingga meningkatkan produksi.














