PUNCAK JAYA, MPN – Dentuman senjata memecah ketegangan sore di Kampung Mobigi, Distrik Ilu, Kabupaten Puncak Jaya, Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 15.53 WIT. Hanya berjarak sekitar 200 meter dari Mapolsek Ilu, seorang warga sipil berinisial AH roboh setelah peluru menembus bagian dagunya.

Peristiwa berdarah itu kini diselidiki aparat kepolisian. Kapolda Papua Tengah, Kombes. Pol, Jermias Rontini, S.I.K,. M.Si menyebut penembakan diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) wilayah Puncak Jaya.
“Korban mengalami luka tembak di bagian dagu dan masih dalam kondisi sadar saat mendapat penanganan awal,” ujar Kapolda dalam keterangan resminya.
Menurut laporan polisi, saat kejadian personel Polsek Ilu tengah siaga di markas. Tiba-tiba terdengar letusan senjata api disusul teriakan minta tolong. Beberapa anggota langsung berlari keluar dan mendapati korban berusaha menyelamatkan diri menuju Mapolsek dalam kondisi terluka parah.
Korban segera dievakuasi ke Puskesmas Ilu untuk pertolongan pertama. Namun, kondisinya memburuk sehingga dirujuk ke RSUD Mulia. Nyawa AH tak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 23.00 WIT pada hari yang sama.
Sehari berselang, Jumat (13/2/2026), jenazah diberangkatkan ke kampung halamannya di Maros, Makassar.
Diduga Salah Sangka
Kepolisian menduga pelaku berjumlah dua orang dan menggunakan senjata api jenis revolver. Motif penembakan masih didalami, namun dugaan awal menyebut pelaku mengira korban membawa senjata api.
“Diduga pelaku ingin merampas senjata api yang disangka dibawa korban. Ternyata yang dibawa hanya alat komunikasi HT (Handy Talky),” kata Kapolda.
Dugaan salah sasaran ini menimbulkan pertanyaan serius tentang eskalasi kekerasan di wilayah yang selama ini rawan konflik bersenjata. Lokasi kejadian yang berada sangat dekat dengan kantor polisi juga memicu sorotan publik terkait situasi keamanan di Ilu.
Aparat Turun Tangan
Tim Satgas Gakkum Unit Puncak Jaya bersama aparat kepolisian setempat telah mendatangi tempat kejadian perkara, mengumpulkan keterangan saksi, dan melakukan pengejaran terhadap pelaku.
Kapolda Papua Tengah menegaskan aparat akan mengambil langkah tegas sesuai ketentuan hukum untuk menjamin keamanan masyarakat.
Peristiwa ini kembali menambah daftar panjang korban sipil dalam pusaran konflik bersenjata di wilayah Papua Tengah. Di tengah klaim penguatan pengamanan, satu nyawa kembali melayang kali ini, hanya karena sebuah HT yang disangka senjata api.














