Euforia 6.000 Penonton dan Operasi Senyap Pengamanan: Di Balik Pecahnya Konser Last Child di Mamuju

banner 120x600

Mamuju — MPN. Stadion Manakarra, Mamuju, Sabtu malam, berubah menjadi ruang ledak emosi kolektif. Lebih dari 6.000 penonton berdesakan menyaksikan konser Last Child—angka yang menandai salah satu kerumunan musik terbesar yang pernah tercatat di Sulawesi Barat. Sejak sore, massa telah mengunci area stadion, mengisyaratkan bahwa malam itu bukan sekadar konser, melainkan peristiwa sosial berskala besar.

Band-band lokal tampil sebagai pembuka, memanaskan suasana dan menguji kesiapan sistem. Di balik panggung, logistik dan alur penonton bekerja dalam tekanan waktu. Ketika Virgoun dan personel Last Child naik ke panggung, stadion seolah menyatu dalam paduan suara raksasa—lampu ponsel menyala, lirik dilantunkan, dan nostalgia dipertontonkan sebagai energi utama kerumunan.

Namun, euforia itu berjalan beriringan dengan operasi pengamanan berlapis. Sekitar 250 personel gabungan dikerahkan, tersebar di 10 titik strategis. Tim Jibom Brimob, unit K9 Ditsamapta, hingga Polresta Mamuju berjaga senyap, mengawasi setiap pergerakan dari pintu masuk, tribun, area panggung, sampai jalur parkir. Pengamanan tambahan dari Damkar, ambulans, dan BPBD menutup celah risiko yang lazim muncul dalam kerumunan besar.

Kapolresta Mamuju Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi memastikan pendekatan humanis diterapkan sejak pemeriksaan awal hingga konser usai. Tidak ada insiden besar yang mencuat—indikator bahwa tata kelola massa, setidaknya malam itu, bekerja efektif. Acara berakhir pukul 23.15 WITA tanpa gangguan berarti, sebuah capaian yang jarang terjadi pada konser dengan kepadatan tinggi.

Bagi penyelenggara, konser ini menjadi uji kelayakan Mamuju sebagai tuan rumah event musik nasional. Bagi publik, ini adalah hiburan; bagi aparat, ini operasi; dan bagi kota, ini pesan: dengan perencanaan dan pengamanan yang presisi, Mamuju bisa menampung euforia tanpa kehilangan kendali.

Penulis: FNEditor: Jiro Nussy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *