MPN – MIMIKA. Sesuai harapan Bupati Mimika, Johannes Rettob dalam sambutan pembukaan dalam acara dialog publik dan bedah buku dalam tema mendamaikan konflik tanpa mengalahkan kemanusiaan, Jumat (23/01) 2026, forum dialog diharapkan dapat mendiskusikan dan mendapatkan sejumlah alternatif solusi mengantisipasi munculnya konflik di Mimika.
Salah satu tokoh muda dari Lembaga Masyarakat Adat Suku Moni Selatan (Lemasmos), Jerry Diwitau saat sessi diskusi menyarakan agar pemerintah berani mengambil sikap untuk memfasilitasi tersedianya para mediator di setiap kampung, bahkan Polsek Polsek dan Koramil di Kabupaten Mimika.
“Sesuai dengan harapan Bupati Mimika dan bagaimana agar konflik itu dapat dicegah semaksimal mungkin, maka penting bagi pemerintah untuk mulai memikirkan pentingnya ada fasilitator di kampung dan TNI Polri. Karenanya semua aparat kampung itu harus dilatih untuk memiliki keterampilan menjadi mediator,” tutur Diwitau.
Menindak-lanjuti buku ‘Mendamaikan Mereka yang Tak Mau Berdamai’ karya Jake Meril Ibo, yang dikemas dalam Talkshow & bedah buku bertajuk ‘Mendamaikan Konflik Tanpa Mengalahkan Kemanusiaan’ di Swisbellin Timika, Bupati Rettob menuturkan, belajar dari konflik Kwamki Narama yang sebenarnya tidak harus terblowup menjadi konsumsi media dan berimbas pada munculnya korban kemanusiaan. Dialog Publik ini, seharusnya dapat memberi alternatif solusi.
Menanggapi pernyataan Diwitau, Jake Merril Ibo menanggapi, “Kalau perlu semua anggota DPRD juga wajib memiliki keterampilan mediasi karena mereka memiliki konstituen yang selalu memiliki potensi konflik”.














