Nabire – MPN. Kapolda Papua Tengah Irjen Pol. Alfred Papare menegaskan bahwa nilai kasih Yesus Kristus harus menjadi fondasi pengabdian anggota Polri, terutama dalam menghadapi kompleksitas tugas kepolisian di Papua Tengah. Pernyataan itu disampaikan dalam ibadah Perayaan Natal Oikumene Polda Papua Tengah dan Polres Nabire di Aula Wicaksana Laghawa, Polres Nabire, Jumat (16/1/2026).

Papare mengatakan, perayaan Natal tidak semestinya berhenti pada seremoni keagamaan, melainkan menjadi ruang refleksi kritis bagi institusi Polri dalam membenahi diri, memperkuat integritas, dan memulihkan nilai-nilai kemanusiaan dalam pelaksanaan tugas.
“Kehadiran Yesus Kristus membawa pesan pemulihan, bukan hanya secara rohani, tetapi juga pemulihan keluarga sebagai fondasi utama kehidupan dan karakter anggota Polri,” kata Papare.
Menurutnya, keluarga memiliki peran strategis dalam membentuk sikap, mental, dan etika personel Polri. Keluarga yang hidup dalam nilai iman, kasih, dan kejujuran akan melahirkan aparat yang berintegritas serta mampu melayani masyarakat secara adil dan humanis.
“Di wilayah dengan tantangan sosial dan keamanan seperti Papua Tengah, keluarga menjadi sumber kekuatan moral dan emosional bagi setiap insan Bhayangkara,” ujarnya.
Papare menambahkan, pemulihan keluarga akan berbanding lurus dengan kualitas pengabdian Polri kepada masyarakat. Aparat yang kuat secara moral dan spiritual, kata dia, akan lebih mampu menghindari penyalahgunaan kewenangan serta mengedepankan pendekatan kemanusiaan.
“Ketika keluarga dipulihkan, maka cara kita melayani masyarakat juga ikut dipulihkan,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Papare mengajak seluruh jajaran Polda Papua Tengah menjadikan kasih Kristus sebagai nilai yang hidup dalam tindakan nyata—baik dalam pengambilan keputusan, pelayanan publik, maupun relasi dengan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Panitia Perayaan Natal Oikumene, Kombes Pol. Kariawan Barus, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa perayaan Natal disiapkan selama hampir satu bulan melalui koordinasi lintas panitia untuk memastikan ibadah berjalan tertib dan bermakna.
Ia menyebutkan, perayaan dihadiri jajaran Polres Nabire, keluarga besar Polda Papua Tengah, serta sejumlah tamu undangan. Pendanaan kegiatan berasal dari dukungan internal Polda Papua Tengah dan bantuan Pemerintah Kabupaten Nabire.
“Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada perayaan, tetapi menjadi pengingat bahwa kehadiran Tuhan harus tercermin dalam sikap, perilaku, dan pengabdian setiap anggota Polri kepada masyarakat,” ujar Kariawan.
Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan, seraya memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan.














