Nabire, MPN — Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., menyatakan kesiapan penuh jajaran Polres Nabire dan Polda Papua Tengah untuk mewujudkan program Nawa Cita Presiden melalui pembangunan lima unit Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di wilayah 3T Kabupaten Nabire.
Pernyataan tersebut disampaikan Kapolres usai rapat koordinasi lintas sektor yang digelar intensif selama hampir dua pekan terakhir bersama Badan Gizi Nasional (BGN), investor, serta Dewan Adat Nabire.
“Kami Polres Nabire dan jajaran Polda Papua Tengah mendukung penuh program Nawa Cita Presiden, khususnya Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas AKBP Samuel saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (11/2/2026).
Lima Titik di Wilayah 3T
Lima lokasi pembangunan SPPG telah ditetapkan, yakni tiga titik di Distrik Napan, satu titik di Distrik Wanggar (Bumi Mulia), dan satu titik di Distrik Yaur Akudiyomi. Dua lokasi di antaranya telah ditinjau langsung oleh jajaran Polres Nabire untuk memastikan kesiapan lahan dan dukungan masyarakat setempat.
Menurut Kapolres, rapat koordinasi dilakukan untuk memverifikasi dan memvalidasi seluruh data teknis sebelum pembangunan fisik dimulai.
“Ini langkah penting sebelum pelaksanaan di lapangan. Kami pastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur dan standar operasional,” ujarnya.
Kerinduan yang Tertunda
AKBP Samuel mengungkapkan bahwa pembangunan dapur gizi di wilayah 3T sebenarnya telah lama direncanakan. Namun dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah tersebut membuat realisasi baru dapat dilakukan tahun ini.
“Ini sebenarnya kerinduan kami sejak tahun-tahun sebelumnya. Karena dinamika kamtibmas, baru tahun ini bisa mulai direalisasikan. Puji Tuhan, sekarang kita bergerak,” katanya.
Dalam waktu dekat, peletakan batu pertama akan dilaksanakan setelah pengecekan material dan kesiapan teknis dinyatakan rampung.
Libatkan Mama-Mama Papua
Tak hanya fokus pada pemenuhan gizi, pengelolaan SPPG juga dirancang berbasis pemberdayaan masyarakat lokal. Kapolres menegaskan mama-mama Papua serta potensi hasil kebun dan hasil laut akan dilibatkan dalam operasional dapur.
“Program ini bukan hanya soal makanan bergizi, tetapi juga penguatan ekonomi lokal. Kami ingin masyarakat setempat menjadi bagian utama dari pelaksanaannya,” jelasnya.
Program MBG melalui SPPG Polri ini ditargetkan menyasar pelajar, ibu hamil, lansia, serta kelompok rentan lainnya di wilayah 3T Nabire.
Kapolres berharap sinergi seluruh pemangku kepentingan terus terjaga agar program berjalan tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi masa depan generasi Papua.
“Mari kita berbuat yang terbaik untuk anak-anak kita dan penerima manfaat lainnya. Kami akan terus berkoordinasi agar pelaksanaan berjalan maksimal,” tutupnya.














