MAMUJU – MPN. Kapolresta Mamuju Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi menegaskan bahwa Polri harus selalu hadir untuk rakyat, terutama di tengah situasi krisis dan bencana. Penegasan itu disampaikan saat ia memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) di lingkungan Polresta Mamuju.
Menurut Ferdyan, HKN bukan sekadar upacara rutin bulanan, melainkan momentum refleksi bagi seluruh personel untuk memperkuat komitmen pengabdian, profesionalisme, serta semangat transformasi Polri Presisi.
“Hari Kesadaran Nasional menjadi pengingat agar kita terus berbenah dan meningkatkan kualitas kinerja, sejalan dengan reformasi birokrasi dan transformasi Polri Presisi,” kata Ferdyan dalam amanatnya.
Ia menyebut tantangan tugas kepolisian ke depan semakin kompleks. Perubahan sosial yang cepat dan meningkatnya tuntutan publik, kata dia, menuntut personel Polri bekerja lebih profesional, berintegritas, dan transparan dalam menjalankan tugas.
Ferdyan juga menekankan pentingnya empati sosial, terutama ketika masyarakat menghadapi bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah. Menurutnya, kehadiran Polri tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
“Dalam situasi bencana, Polri dituntut hadir dengan cepat, tanggap, dan tetap humanis,” ujarnya.
Menutup arahannya, Ferdyan mengingatkan seluruh personel untuk menjadikan Tribrata dan Catur Prasetya sebagai landasan moral dan etika dalam setiap pelaksanaan tugas. Nilai-nilai tersebut, menurut dia, merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Upacara HKN itu menjadi penegasan komitmen Polresta Mamuju dalam memperkuat jati diri Polri Presisi sekaligus memastikan kehadiran negara melalui pelayanan yang cepat, adil, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.














