MPN – MIMIKA. Ketua Lembaga Masyarakat Adat Suku Amungme (Lemasa) Kabupaten Mimika, Sem W. Bukaleng meminta pemerintah daerah dan aparat keamanan segera menertibkan kios-kios ilegal yang menjual minuman keras tanpa izin. Permintaan itu disampaikan saat dirinya ditemui MPN, Rabu (10/12) 2025 di Kantor Lemasa.
Menurut Sem W. Bukaleng, maraknya kecelakaan lalu lintas di Kota Timika menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 banyak dipicu oleh konsumsi minuman keras (miras). Pengendara yang mengonsumsi miras saat mengoperasikan kendaraan roda dua maupun roda empat, disebutnya menjadi penyebab utama kecelakaan.
“Banyak kecelakaan terjadi karena miras. Kalau sudah mengkonsumsi miras lalu mengendarai kendaraan, pasti menimbulkan kecelakaan,” tegasnya.
Ia menekankan, pentingnya langkah tegas pemerintah daerah bersama aparat keamanan untuk menertibkan peredaran miras ilegal. Sem menyebutkan, hampir semua tindakan kriminal di Timika berawal dari penyalahgunaan miras, termasuk konflik antar kelompok yang sering terjadi.
“Menjelang Natal dan Tahun Baru ini, harapan kita bersama Timika bisa tetap aman, damai, dan sejahtera. Mimika ini rumah kita, dan sebagai rumah tentu harus kita jaga supaya bersih dari tindakan kejahatan yang merugikan,” ujarnya.
Sem juga mengungkapkan keresahan masyarakat yang merasa takut untuk beraktivitas karena tingginya angka kriminalitas akibat miras. Ia mendesak supaya kios-kios ilegal yang menjual miras tanpa ijin ditutup, sementara kios berijin harus diawasi secara ketat oleh aparat keamanan.
Selain soal miras, Sem menyoroti konflik antar kelompok yang masih kerap terjadi, seperti perang kelompok di Kwangki Lama. Menurutnya, penyelesaian secara adat tidak cukup apabila tidak didukung penegakan hukum yang tegas.
“Kalau perlu pemerintah mengambil keputusan tegas kepada kelompok-kelompok yang sering melakukan perang. Jika melanggar aturan, harus ditindak sesuai hukum negara, supaya Timika tetap damai menjelang Natal dan Tahun Baru 2026,” tuturnya.
Ia berharap, pemerintah daerah bersama legislatif dan eksekutif terus memberi perhatian serius terhadap keamanan dan ketertiban kota yang dijuluki sebagai ‘Rumah Kita’ tersebut.














