Nabire, MPN — Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Akbar H. Buchari, mengingatkan bahwa Papua yang kaya sumber daya alam berisiko hanya menjadi penonton dalam proyek-proyek strategis nasional jika tidak dibarengi dengan penguatan sumber daya manusia dan pelibatan pengusaha lokal.

Pernyataan tersebut disampaikan Akbar saat memberikan sambutan pada pelantikan pengurus HIPMI Papua Tengah di Aula Guest House Nabire, Sabtu (7/2/2026). Ia menilai, derasnya proyek nasional ke Papua belum sepenuhnya menjamin keterlibatan masyarakat dan pengusaha lokal sebagai pelaku utama.
Menurut Akbar, Papua memiliki hampir seluruh potensi ekonomi strategis nasional, mulai dari pertanian, perikanan, perkebunan, hingga tambang. Namun, tanpa kesiapan SDM, kekayaan tersebut justru berpotensi dinikmati pihak luar.
“Kalau SDM tidak siap, masyarakat hanya menjadi tenaga kerja. Perputaran ekonomi keluar dari daerah, sementara Papua hanya menjadi penonton,” kata Akbar.
Akbar juga menyoroti pentingnya konsolidasi organisasi pengusaha sebagai modal awal menghadapi proyek-proyek besar. Ia mengapresiasi HIPMI Papua Tengah yang dinilai berhasil mengonsolidasikan seluruh BPC dari delapan kabupaten dan kota, sesuatu yang disebutnya tidak mudah dilakukan di Papua.
Ia menegaskan peran HIPMI sebagai platform peningkatan kapasitas pengusaha muda agar mampu menjadi pemain dalam proyek strategis nasional dan program prioritas pemerintah pusat.
Sejumlah program nasional seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih, pengembangan kampung nelayan, serta proyek pangan nasional disebut Akbar harus diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi daerah agar manfaat ekonomi tidak keluar dari Papua.
“Yang dibutuhkan bukan hanya proyek, tetapi ekosistem ekonomi lokal yang kuat,” ujarnya.
Akbar menambahkan, HIPMI siap menjadi mitra strategis pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus memastikan pengusaha lokal Papua tidak tertinggal di tanahnya sendiri.
Ia menutup sambutannya dengan mendorong pengurus HIPMI Papua Tengah yang baru dilantik untuk segera bekerja dan menjadikan momentum ini sebagai titik awal peran aktif pengusaha muda Papua dalam pembangunan ekonomi daerah dan nasional.














