Pecah! Proyek Besar FC Vila Tauro Dorong Talenta Papua Tengah Go International

banner 120x600

Nabire, MPN — Gebrakan besar datang dari FC Vila Tauro. Klub ini tengah menjalankan proyek ambisius yang siap mengubah peta sepak bola Papua Tengah: mendorong talenta muda lokal menembus panggung internasional.

Dari Hotel Carmel, Nabire, rencana itu dirancang serius. Bendahara Umum BPD HIPMI Papua Tengah sekaligus Manajer FC Vila Tauro, Lucky Lukas Tekege, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar wacana, melainkan gerakan nyata.

“Anak-anak Papua Tengah punya kualitas. Tugas kami adalah membuka jalan agar mereka bisa bersaing di luar negeri,” tegasnya.

Bersama Presiden klub, Jojo de Oliveira, FC Vila Tauro membangun sistem pembinaan dari akar. Mereka merekrut pemain dari berbagai latar belakang, termasuk anak-anak pesisir yang sebelumnya belum tersentuh dunia sepak bola profesional.

Dari yang terbiasa melaut, kini mereka ditempa dengan latihan disiplin dan strategi permainan modern. Proses itu tidak instan, dibutuhkan waktu hingga satu tahun untuk membentuk pemain yang siap bersaing.

Hasilnya mulai terlihat. Sejumlah pemain berhasil naik level, tampil di kompetisi lokal hingga Liga 3, bahkan menyebar ke berbagai daerah.
Nama seperti Nando Tebai yang kini bermain di Dogiyai dan Bertos Sawiay di Sorong menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan tersebut.

Namun, FC Vila Tauro tak berhenti di situ.

Langkah besar berikutnya sudah disiapkan: mengirim empat pemain terbaik ke luar negeri melalui kuota asing di Timor Leste. Seleksi dilakukan secara terbuka dengan standar kualitas yang ketat.

“Kami tidak melihat kedekatan. Yang kami cari hanya kualitas dan potensi,” ujar Lucky.

Para pemain terpilih nantinya akan menjalani proses administrasi seperti pembuatan paspor dan visa di Kupang sebelum diberangkatkan.

Lebih dari sekadar sepak bola, proyek ini juga menjadi pintu pembuka kerja sama lintas sektor. HIPMI Papua Tengah bersama FC Vila Tauro tengah menjajaki peluang di bidang ekonomi, investasi, hingga pembangunan infrastruktur.

“Ini bukan hanya soal bola. Ini tentang masa depan Papua Tengah yang lebih luas,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari KONI hingga ASPROV, untuk bersama-sama membangun ekosistem pembinaan yang berkelanjutan.

Dari Mimika, optimisme itu kini menguat. Papua Tengah tak lagi sekadar penghasil bakatdunia, tetapi siap menjadi kekuatan baru yang menembus panggung sepak bola dunia.

Penulis: FNEditor: Jiro Nussy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *