Seru dan Edukatif! Yonif TP 804/DBAY Ajak Siswa TK “Panen” Telur hingga Kenal Dunia Tani di Nabire

banner 120x600

Nabire, MPN – Suasana berbeda terlihat di kawasan ketahanan pangan Yonif TP 804/DBAY, Nabire, Sabtu (14/2). Puluhan siswa TK Yayasan Kartika Jaya tampak antusias mengikuti kegiatan outing class yang tak biasa: belajar langsung dunia pertanian dan peternakan bersama prajurit TNI.

Didampingi guru dan orang tua, anak-anak diajak berkeliling oleh Danki Kompi Peternakan, Letda Inf Chairul. Dengan pendekatan komunikatif dan bahasa sederhana, para siswa dikenalkan pada proses budidaya ikan, peternakan, hingga pertanian secara langsung di lapangan.

Kegiatan diawali di kolam lele. Anak-anak terlihat riang saat menaburkan pakan ke dalam kolam. Di sela aktivitas itu, mereka mendapat penjelasan mengenai jenis ikan, proses pertumbuhan, hingga cara berkembang biak.

Rombongan kemudian bergerak ke kandang kambing dan sapi. Di lokasi ini, siswa tidak hanya melihat dari dekat, tetapi juga memberi pakan ternak. Mereka dikenalkan pada jenis makanan hewan, proses perkembangbiakan, serta asal-usul susu yang dihasilkan sapi.

Momen paling menyita perhatian terjadi saat anak-anak memasuki kandang bebek dan ayam. Dengan pengawasan prajurit, mereka berkesempatan memanen telur secara langsung. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran konkret tentang proses produksi telur yang selama ini hanya mereka lihat di meja makan.

Kegiatan dilanjutkan ke lahan pertanian. Siswa diperkenalkan pada tanaman padi dan cabai, termasuk tahapan menanam, merawat, hingga masa panen. Edukasi dilakukan secara interaktif agar mudah dipahami anak usia dini.

Sepanjang kegiatan, suasana berlangsung aman dan penuh keceriaan. Peran aktif Letda Inf Chairul dalam memandu kegiatan dinilai mampu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membangun kedekatan emosional antara prajurit dan masyarakat.

Program ini menjadi bagian dari kontribusi Yonif TP 804/DBAY dalam mendukung pendidikan luar kelas serta menanamkan nilai cinta lingkungan, kemandirian, dan pemahaman tentang ketahanan pangan sejak usia dini.

Melalui pendekatan edukatif di lapangan, anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga merasakan langsung proses produksi pangan, sebuah pengalaman yang diharapkan membentuk kesadaran generasi muda terhadap pentingnya sektor pertanian dan peternakan bagi masa depan bangsa.

Penulis: FNEditor: Jiro Nussy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *