Mamuju — MPN. Aktivitas kedatangan dan keberangkatan kapal feri di Pelabuhan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, berlangsung aman dan terkendali. Kondisi ini tak lepas dari kekompakan serta sinergi aparat TNI dan Polri yang secara rutin melakukan pengamanan di kawasan pelabuhan tersebut.

Pada Selasa, 21 Januari 2026, personel Polsubsektor Pelabuhan Simboro Polresta Mamuju bersama prajurit TNI Angkatan Laut dari Lanal Mamuju melaksanakan pengamanan kedatangan dan keberangkatan Kapal Motor Ferry (KMF) Swarna Kartika. Pengamanan dilakukan sejak proses sandar hingga keberangkatan kapal, termasuk pengawasan arus penumpang dan kendaraan.
Kegiatan pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolsubsektor Pelabuhan Simboro, Aiptu Roni Rombe Salata, bersama tiga personel Polri serta anggota TNI AL. Aparat ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di area bongkar muat dan ruang tunggu penumpang.
Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, menjelaskan bahwa pengamanan di Pelabuhan Simboro merupakan kegiatan rutin yang dilakukan aparat kepolisian bersama unsur TNI. Selain menjaga keamanan, petugas juga memberikan pelayanan administrasi kepada masyarakat, termasuk penerbitan surat izin penyeberangan kendaraan bermotor.
“Pengamanan ini bertujuan memastikan seluruh proses kedatangan dan keberangkatan kapal feri berjalan tertib, aman, dan lancar. Pelabuhan merupakan objek vital yang aktivitasnya melibatkan banyak orang, sehingga perlu pengawasan ekstra,” ujar Herman.
Menurut dia, kehadiran aparat TNI–Polri di pelabuhan tidak hanya berfungsi sebagai upaya preventif terhadap potensi tindak kriminal, tetapi juga sebagai bentuk pelayanan negara kepada masyarakat pengguna jasa transportasi laut.
Herman menambahkan, sinergi lintas institusi antara Polri dan TNI menjadi kunci terciptanya situasi kondusif di wilayah pelabuhan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan yang berlaku serta ikut mendukung aparat keamanan dalam menjaga ketertiban umum.
“Kami berharap seluruh aktivitas masyarakat di kawasan Pelabuhan Simboro dapat terus berjalan aman. Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar situasi kamtibmas tetap terjaga,” kata Herman.
Pelabuhan Simboro merupakan salah satu pintu masuk dan keluar utama di Mamuju, dengan tingkat mobilitas penumpang dan kendaraan yang cukup tinggi. Stabilitas keamanan di kawasan ini dinilai strategis, tidak hanya bagi kelancaran transportasi laut, tetapi juga bagi aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat.














