Harga Ayam dan Daging Sapi di Timika Naik Jelang Natal dan Tahun Baru 2026

banner 120x600

MPN – MIMIKA. Harga daging ayam dan daging sapi di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengalami kenaikan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026. Kenaikan tersebut dipicu oleh naiknya harga dari distributor serta terbatasnya stok menjelang akhir tahun.

Salah seorang pedagang ayam dan daging sapi di Jalan Hasanuddin Timika, Hj. Haria mengatakan, kenaikan harga mulai dirasakan sejak pertengahan Desember. Hal itu disampaikannya saat ditemui di lapak dagangannya, Jumat (19/12) 2025.

“Harga ayam beku sudah naik. Kemarin masih Rp40 ribu per kilo, sekarang sudah Rp45 ribu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kenaikan harga tersebut terjadi karena harga ayam di tingkat distributor, khususnya dari Surabaya, juga mengalami kenaikan. Meski demikian, pedagang di Timika berupaya menaikkan harga secara terbatas agar tidak terlalu memberatkan masyarakat.

“Harga dari distributor sudah naik, jadi kami juga terpaksa menaikkan harga, tapi tidak terlalu tinggi,” kata Hj. Haria.

Sementara itu, harga daging sapi juga mengalami kenaikan, meski tidak signifikan. Untuk daging sapi bercampur lemak, harga saat ini berada di kisaran Rp130.000 per kilogram. Sedangkan daging sapi tanpa tulang (kanekel) dijual Rp150.000 per kilogram.

“Bulan November kemarin masih Rp125 ribu per kilo. Sekarang memang naik, tapi tidak terlalu jauh,” jelasnya.

Hj. Haria menambahkan, setiap menjelang bulan Desember dan akhir tahun, distributor biasanya menaikkan harga karena stok mulai menipis. Kondisi tersebut berdampak langsung pada pedagang eceran.

“Kalau dari distributor sudah naik karena stok berkurang, kami sebagai penjual eceran juga ikut menyesuaikan, tapi kami batasi kenaikannya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa, keuntungan pedagang relatif kecil. Untuk penjualan ayam, keuntungan yang diperoleh hanya sekitar Rp2.000 per ekor.

“Kami tidak akan menaikkan harga kalau distributor dan agen tidak menaikkan harga. Keuntungan kami juga kecil, hanya sekitar Rp2.000 per ayam,” pungkasnya.

Selain daging, harga bumbu masak untuk ayam dan sapi juga relatif stabil. Bumbu dalam kemasan besar seberat 1 kilogram dijual seharga Rp50.000, sementara kemasan kecil setengah kilogram dijual Rp25.000.

Meski harga sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan, Hj. Haria menilai daya beli masyarakat tetap ada karena daging ayam dan sapi merupakan kebutuhan utama, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Kebutuhan masyarakat tetap tinggi. Walaupun harga sedikit naik, orang tetap beli karena ini kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Ia berharap distributor tidak menaikkan harga secara berlebihan agar tidak membebani masyarakat, khususnya menjelang hari besar keagamaan.

“Kami berharap jelang Natal dan Tahun Baru ini distributor tidak menaikkan harga terlalu tinggi, supaya masyarakat tidak terbebani,” tutup Hj. Haria.

Penulis: Yasin KelderakEditor: Sam Wanda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *