Nabire, MPN — Antusiasme masyarakat memadati Gerakan Pangan Murah yang digelat di Taman Paraduta Kodim 1705 Nabire. Sejak pagi, warga langsung menyerbu berbagai komoditas bahan pokok yang dijual dengan harga jauh lebih murah dari pasaran, bahkan beberapa di antaranya cepat habis.

Dari pantauan di lokasi, komoditas seperti minyak goreng dan gula pasir menjadi yang paling diminati warga. Dalam waktu singkat, stok yang disediakan Bulog Nabire, hampir ludes dibeli masyarakat.
Assistant Manager Business Bulog Nabire, Muhammad Rahdian Rasak, menjelaskan bahwa dalam kegiatan tersebut Bulog menyediakan sejumlah komoditas pangan dengan harga terjangkau untuk membantu masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Untuk Bulog sendiri kita menyediakan beras SPHP kemasan 5 kilogram dengan harga Rp62.000 per sak. Ada juga beras premium kemasan 10 kilogram, yang harga normalnya Rp158.000, di sini dijual Rp138.000 per sak,” ujarnya, kepada awak media saat ditemuin disela berlangsungnya GPM tersebut.
Selain beras, Bulog juga menjual gula pasir dan minyak goreng dengan harga yang lebih murah dari pasaran. Gula pasir yang biasanya dijual sekitar Rp20.000 per kilogram, di kegiatan ini hanya dijual Rp15.000. Sementara minyak goreng “Minyak Kita” dijual Rp15.500 per liter, lebih murah dari harga eceran tertinggi (HET) yang berada di angka Rp15.700.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Bulog membawa stok cukup besar dalam kegiatan tersebut.
“Beras SPHP yang kita bawa sekitar 2 ton, beras premium juga 2 ton. Untuk gula sekitar 790 kilogram, dan minyak goreng sekitar 360 liter,” jelas Rahdian.
Namun tingginya minat masyarakat membuat beberapa komoditas cepat habis. Minyak goreng bahkan menjadi komoditas pertama yang ludes dibeli warga.
“Sekarang yang sudah habis itu minyak. Gula juga tinggal sedikit lagi. Yang masih cukup tersedia itu beras SPHP dan beras premium, tapi itu juga sudah lebih dari separuh terjual, mungkin tinggal sekitar sepertiga saja,” katanya.
Melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah ini, Bulog berharap kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran dapat terpenuhi dengan harga yang lebih terjangkau.
“Harapannya dengan pelaksanaan kegiatan ini, kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri bisa terpenuhi dengan harga yang lebih terjangkau dan kualitas yang bagus. Dan ini bukan hanya untuk masyarakat muslim, tapi untuk semua masyarakat di Nabire,” ungkapnya.
Selain itu, pembatasan pembelian juga diberlakukan agar distribusi bahan pangan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
“Kalau aturan lama maksimal dua sak per orang, tapi aturan baru sebenarnya sudah bisa sampai 10 sak. Namun di sini kita batasi sementara satu orang maksimal enam sak, supaya semua masyarakat bisa kebagian,” pungkas Rahdian.














